Harga Bitcoin Nyungsep ke US$ 79 Ribu, Aksi Jual Kripto Kian Parah
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto anjlok dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin nyungsep ke US$ 79 ribu karena seiring dengan aksi jual besar-besaran di pasar kripto yang semakin memburuk.
Penurunan ini terjadi di tengah melemahnya indeks saham utama AS, Nasdaq dan S&P 500, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal meredam kekhawatiran akan potensi resesi.
Baca Juga:
Kenapa Nasib Bitcoin Sekarang Begini?Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (11/3/2025) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 2,28% menjadi US$ 2,59 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat jatuh 1,34% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 79.543 per koin atau setara Rp 1,29 miliar (kurs, Rp 16.340).
Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 6,36% menjadi US$ 1.889 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terkoreksi 3,69% menjadi US$ 534 per koin.
Dikutip dari Coindesk, harga Bitcoin (BTC) kembali merosot di bawah level US$ 80 ribu. Bitcoin sempat menyentuh level US$ 84 ribu di pada Senin malam (10/3/2025), didorong oleh rencana penggalangan dana senilai US$ 21 miliar oleh Strategy. Namun, harga Bitcoin kemudian jatuh dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) juga mengalami tekanan hingga menyentuh level terlemah sejak November 2023.
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan anjlok 5%. Sejumlah altcoin utama seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), Aptos (APT), Avalanche (AVAX), dan NEAR mengalami penurunan lebih tajam, berkisar antara 7% hingga 10%.
Pasar Saham AS
[#pagebreak#]
Sentimen negatif di pasar kripto dipicu oleh penurunan tajam di pasar saham AS. Nasdaq turun lebih dari 3% pada awal sesi perdagangan, sementara S&P 500 melemah 2%. Saham perusahaan terkait kripto juga terkena dampaknya, dengan saham Strategy (MSTR), pemegang BTC korporasi terbesar, dan platform perdagangan Coinbase (COIN) yang sama-sama jatuh lebih dari 10%.
Pasar kripto kini kehabisan katalis positif dalam jangka pendek setelah pertemuan puncak aset digital di Gedung Putih dan perintah eksekutif Trump terkait cadangan Bitcoin telah berlalu. Kekhawatiran akan perang tarif dan perlambatan ekonomi semakin membebani aset digital.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (9/3/2025), Trump mengatakan ekonomi AS tengah berada dalam fase ‘transisi’ dan tidak menutup kemungkinan terjadinya resesi tahun ini.
Hedge fund QCP menyebut, hingga pasar kripto menemukan narasi baru, kemungkinan besar baru akan melihat korelasi yang lebih tinggi antara BTC dan pasar saham dalam waktu dekat. Kedua aset berisiko ini saat ini diperdagangkan mendekati level terendahnya, dan dengan risiko tarif yang masih membayangi, volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data ekonomi utama AS.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






