Bocoran Mengenai Dividen Sido Muncul (SIDO)
JAKARTA, investor.id – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah mengadakan earnings call terkait kinerja 2024 dan outlook 2025. Selain membahas kinerja, ternyata juga mencuat informasi penting soal dividen.
“Manajemen Sido Muncul (SIDO) berencana menjaga dividend payout ratio di atas 90%, mengimplikasikan dividen minimal sebesar Rp 35 per saham,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren dalam ulasannya, Selasa (11/3/2025).
Jika dikurangi dividen interim Rp 18 per saham yang dibayarkan pada November 2024, dividen final Sido Muncul (SIDO) berpotensi mencapai Rp 17 per saham – mengindikasikan yield dividen minimal sebesar 3%.
Tahun ini, SIDO mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sedikit lebih rendah berkisar Rp 150-175 miliar dibandingkan alokasi tahun 2024 sebesar Rp 150-200 miliar. “Meski realisasi pada tahun lalu tergolong rendah Rp 46 miliar,” ungkap Edi.
Sementara itu, mengenai kinerja, SIDO melihat bahwa pertumbuhan pendapatan tahun ini akan lebih didorong oleh volume penjualan dibandingkan kenaikan harga.
SIDO telah menaikkan harga jual produk Tolak Angin, sejalan dengan inflasi pada awal 2025. Sedangkan harga jual produk terkait kopi dan susu telah dinaikkan pada akhir kuartal IV-2024 sebesar mid-high single digit untuk merespons kenaikan harga bahan baku.
“Keputusan SIDO untuk kembali menaikkan harga jual akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi daya beli dan harga bahan baku,” sebut dia.
Untuk pasar ekspor, kontribusinya ditargetkan terus meningkat ke kisaran 9-10% pada 2025 dibandingkan 2024 yang sebesar 7%. Ini mengimplikasikan potensi kelanjutan pertumbuhan yang kencang.
Manajemen SIDO juga memproyeksikan margin laba kotor untuk segmen herbal cenderung stabil, mempertimbangkan kondisi harga bahan baku. Tahun lalu, margin laba kotor perseroan naik 210 basis poin (bps).
Di segmen F&B, perseroan kembali berpeluang merasakan kenaikan margin laba kotor (vs 2024: 39,8%), seiring harga beberapa bahan baku utama yang masih dalam tren penurunan dan skala ekonomi yang lebih besar (bigger economies of scale) dari ekspektasi pertumbuhan volume yang solid.
Dari sisi biaya operasional, belanja iklan dan promosi (A&P) masih bakal dijaga pada kisaran 10-12% dari total pendapatan (vs 2024: 11,7%).
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





