Harga Bitcoin Menguat Setelah Data Inflasi AS Mendingin
Yang menambahkan, faktor utama yang menghambat pemulihan adalah kebijakan tarif agresif Presiden Donald Trump. "Tarif ini berisiko membuat inflasi tetap tinggi sekaligus mengguncang pasar keuangan," tambahnya.
Yang juga menyebutkan bahwa kebijakan pemangkasan tenaga kerja yang dilakukan oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) turut berkontribusi pada ketidakpastian pasar.
Lebih lanjut Yang mengatakan, situasi ini menempatkan The Fed dalam posisi sulit. Inflasi yang tetap tinggi akibat tarif membuat pemangkasan suku bunga menjadi lebih sulit. Di sisi lain, gejolak pasar dan peningkatan jumlah PHK memberi tekanan agar The Fed segera memangkas suku bunga.
Baca Juga:
Kenapa Nasib Bitcoin Sekarang Begini?“Jika pemangkasan dilakukan terlalu dini, ada risiko inflasi kembali meningkat, yang bisa membuat kebijakan moneter ke depan semakin kompleks," jelas Yang.
Saat ini, pasar memperkirakan The Fed akan mulai memangkas suku bunga kembali pada Mei atau Juni, dengan kemungkinan pemangkasan hingga 100 basis poin sebelum Oktober.
Sementara itu, pasar saham AS mayoritas pulih pada Rabu (12/3) setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Nasdaq ditutup menguat 1,2%, sementara indeks S&P 500 naik 0,5%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






