Harga Bitcoin Menguat Setelah Data Inflasi AS Mendingin
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto naik dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin menguat setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mendingin.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (12/3/2025) pukul 06.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terkerek 0,59% menjadi US$ 2,71 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat naik 0,87% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 83.488 per koin atau setara Rp 1,37 miliar (kurs, Rp 16.445).
Penguatan juga terjadi Binance (BNB) sebesar 2,97% menjadi US$ 571 per koin. Sedangkan Ethereum (ETH) malah jatuh 1,1% menjadi US$ 1.926 per koin.
Dikutip dari Coindesk, Bitcoin sempat menembus level US$ 84 ribu setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Namun, lonjakan tersebut tidak bertahan lama, dan harga kembali mendatar sepanjang hari.
Sektor kripto secara keseluruhan tidak menunjukkan pergerakan signifikan, meskipun sempat mengalami reli singkat setelah laporan inflasi yang lebih baik dari ekspektasi.
Baca Juga:
Kok Bitcoin Sekarang Seperti Ini?"Data CPI yang lebih rendah seharusnya menjadi katalis positif bagi pasar, karena mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih cepat. Namun, reaksi pasar kripto masih lemah," ujar Kepala Ekonom BIT Mining Dr Youwei Yang.
Menurut Yang, ketakutan yang telah menguasai pasar dalam beberapa minggu terakhir tidak akan hilang hanya karena satu laporan positif. Dibutuhkan lebih banyak data untuk mengembalikan kepercayaan investor.
Tarif Trump
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






