Jumat, 15 Mei 2026

Tren bullish Harga Emas Kian Kuat, Dekati Rekor Tertinggi

Penulis : Indah Handayani
13 Mar 2025 | 11:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)
Ilustrasi harga emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

JAKARTA, investor.id - Tren bullish masih mendominasi harga emas. Terlihat dari terus menguatkanya harga emas pada Kamis (13/3/2025), dan diprediksi mampu mendekati level rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Harga emas terlihat naik 0,38% menjadi US$ 2.944,6 saat berita ini ditulis.

Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, harga emas terus melaju dan mendekati rekor tertingginya yang tercatat di level US$ 2.956 yang tercatat pada 24 Februari lalu. Meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi serta penguatan Dolar AS memberikan tekanan.

ADVERTISEMENT

“Tren bullish masih mendominasi harga emas, didukung oleh pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini. Prediksi hari ini menunjukkan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mencapai level $2.956,” ungkapnya, Kamis (13/3/2025).

Namun, lanjut Andy, jika harga mengalami kegagalan dalam mempertahankan momentum bullish dan terjadi reversal, maka harga emas dapat turun hingga US$ 2.910 sebagai target penurunan terdekat. “Faktor utama yang mendukung pergerakan ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari proyeksi,” tambahnya.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi konsumen di AS mengalami sedikit penurunan pada bulan Februari. Namun, para investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan ini karena kebijakan tarif agresif pada impor AS dapat memicu gelombang inflasi baru. “Meskipun demikian, peluang pemangkasan suku bunga The Fed hingga tiga kali pada 2025 semakin terbuka, memberikan dorongan positif bagi harga emas,” tambah Andy.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan 0,14% menjadi 103,55, sementara imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,314%. Kenaikan ini membatasi potensi lonjakan harga emas lebih lanjut. Selain itu, tarif impor sebesar 25% terhadap baja dan aluminium yang mulai berlaku pada hari Rabu juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Permintaan Emas

Dari sisi permintaan, Andy menyebut, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa bank sentral global terus melakukan pembelian emas dalam jumlah besar. Bank Rakyat China (PBoC) dan Bank Nasional Polandia (NBP) masing-masing menambah 10 dan 29 ton emas dalam dua bulan pertama 2025.

“Faktor ini turut memperkuat prospek bullish bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan latar belakang ini, emas berpotensi menguji level psikologis US$ 2.950 dalam waktu dekat,” tambah Andy.

Menurut Andy, para pelaku pasar kini akan mencermati rilis data ekonomi lebih lanjut, termasuk Indeks Harga Produsen (IHP) AS, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal, serta Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter The Fed.

“Jika data-data ini mengindikasikan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi AS, maka peluang emas untuk terus menguat semakin terbuka.

Dengan berbagai faktor pendukung, Andy menegaskan, prospek harga emas hari ini tetap cenderung bullish. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika terjadi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS yang lebih lanjut. “Sebagai aset safe-haven, emas masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia