Saham Emiten Tiba-tiba Bagger, Investor Relations Punya Info Kinerja
Selain ekspansi wilayah, SMIL juga mempercepat pengadaan forklift elektrik. Menurut Ridwan, forklift jenis ini memiliki harga sewa lebih tinggi serta biaya operasional lebih efisien dibandingkan forklift diesel karena tidak memerlukan solar. Sejalan dengan tren energi bersih, SMIL menargetkan 75% dari total armada perseroan akan menggunakan forklift elektrik dalam lima tahun ke depan.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, SMIL mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 280 miliar. Dana ini berasal dari penerbitan obligasi Rp 300 miliar yang telah dirilis pada Desember 2024.
Baca Juga:
UNVR Mendadak Loncat"Dari total capex, sekitar Rp 175 miliar akan digunakan untuk pembelian forklift elektrik, Rp 100 miliar untuk pengadaan baterai lithium dan charger, serta sisanya untuk pelunasan leasing," pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

