Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Ambles Lagi, tapi 5 Saham Untung Besar

Penulis : Indah Handayani
14 Mar 2025 | 16:21 WIB
BAGIKAN
Pengunjung sedang melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung sedang melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup ambles lagi sebesar 131,78 poin (1,98%) ke level 6.515,6 pada Jumat (14/3/2025). Ini melanjutkan pelemahan dua hari beruntun.

Namun, lima saham untung besar, bahkan ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA).

Berdasarkan data RTI, sebanyak 205 saham terpantau naik, 384 saham turun, dan 218 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 8,95 triliun. Volume perdagangan sebanyak 15,51 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.032.121 kali.

ADVERTISEMENT

Hampir seluruh sektor saham terkoreksi pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terparah terjadi pada sektor teknologi 12,7%. Diikuti pelemahan di sektor properti 1%, sektor barang baku 0,8%, sektor energi 0,8%, dan sektor keuangan 0,8%.

Sedangkan penguatan hanya terjadi pada sektor barang konsumsi non primer 0,3%.

Sementara itu, saat IHSG hari ini melemah lagi, indeks saham Asia mayoritas malah menguat. Nikkei (Jepang) naik 0,7%, Shanghai (China) melonjak 1,8%, dan Hang Seng (Hong Kong) melejit 2,1%. Sedangkan Straits Times (Singapura) turun tipis 0,09%.

Saham Top Gainers

Saat IHSG hari ini kembali terpuruk, lima saham untung besar dan masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 34% dalam sehari.

Di antara saham-saham top gainers tersebut, ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA). Ketiganya adalah PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melonjak 34,5% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) melejit 24,8% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melejit 24,5% menjadi Rp 940.

Sedangkan saham top gainers lainnya adalah PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) meningkat 11,1% menjadi Rp 700 dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 10,8% menjadi Rp 530.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, HSG hari ini babak belur karena tekanan global dan domestik. Pilarmas mengatakan, tekanan dari eksternal tersebut adalah ketegangan perdagangan global terus membebani pasar.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkuat ancaman tarif terhadap mitra dagang utama dengan mengancam akan mengenakan tarif 200% pada semua produk alkohol dari Uni Eropa.

Sementara tekanan domestik, Pilarmas menyebut, pasar khawatir akan kondisi kinerja dan realisasi APBN hingga akhir bulan lalu yang kurang memuaskan, hal ini tercermin dari kinerja realisasi APBN pada Februari 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp 31 triliun akibat penurunan tajam dalam penerimaan pajak.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia