IHSG Ambles Lagi, tapi 5 Saham Untung Besar
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup ambles lagi sebesar 131,78 poin (1,98%) ke level 6.515,6 pada Jumat (14/3/2025). Ini melanjutkan pelemahan dua hari beruntun.
Namun, lima saham untung besar, bahkan ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA).
Berdasarkan data RTI, sebanyak 205 saham terpantau naik, 384 saham turun, dan 218 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 8,95 triliun. Volume perdagangan sebanyak 15,51 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.032.121 kali.
Hampir seluruh sektor saham terkoreksi pada penutupan pasar hari ini. Pelemahan terparah terjadi pada sektor teknologi 12,7%. Diikuti pelemahan di sektor properti 1%, sektor barang baku 0,8%, sektor energi 0,8%, dan sektor keuangan 0,8%.
Sedangkan penguatan hanya terjadi pada sektor barang konsumsi non primer 0,3%.
Sementara itu, saat IHSG hari ini melemah lagi, indeks saham Asia mayoritas malah menguat. Nikkei (Jepang) naik 0,7%, Shanghai (China) melonjak 1,8%, dan Hang Seng (Hong Kong) melejit 2,1%. Sedangkan Straits Times (Singapura) turun tipis 0,09%.
Saham Top Gainers
Saat IHSG hari ini kembali terpuruk, lima saham untung besar dan masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 34% dalam sehari.
Di antara saham-saham top gainers tersebut, ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA). Ketiganya adalah PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melonjak 34,5% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) melejit 24,8% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melejit 24,5% menjadi Rp 940.
Sedangkan saham top gainers lainnya adalah PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) meningkat 11,1% menjadi Rp 700 dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 10,8% menjadi Rp 530.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, HSG hari ini babak belur karena tekanan global dan domestik. Pilarmas mengatakan, tekanan dari eksternal tersebut adalah ketegangan perdagangan global terus membebani pasar.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkuat ancaman tarif terhadap mitra dagang utama dengan mengancam akan mengenakan tarif 200% pada semua produk alkohol dari Uni Eropa.
Sementara tekanan domestik, Pilarmas menyebut, pasar khawatir akan kondisi kinerja dan realisasi APBN hingga akhir bulan lalu yang kurang memuaskan, hal ini tercermin dari kinerja realisasi APBN pada Februari 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp 31 triliun akibat penurunan tajam dalam penerimaan pajak.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






