ADRO Bisa Bergerak ke Level Ini
JAKARTA, investor.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) diperkirakan mencetak laba bersih sebesar US$ 345 juta pada 2025, kemudian meningkat menjadi US$ 495 juta pada 2028, dengan aluminium sebagai pendorong utama sebesar 51%.
Setelah pemisahan (spin-off) unit batu bara termal melalui PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), Alamtri yang dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk kini mengalihkan fokus bisnisnya ke batu bara metalurgi dan hilirisasi aluminium via PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta jasa pertambangan melalui PT Saptaindra Sejati (SIS).
“Smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton per tahun diperkirakan menyumbang pendapatan sebesar US$ 757 juta pada 2026 dan US$ 1,3 miliar pada 2028, yang mencakup lebih dari setengah pendapatan konsolidasi,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.
Saat ini, ADMR dan SIS menjadi pilar utama Alamtri. Setelah spin-off, pendapatan emiten berkode saham ADRO tersebut mencapai US$ 2 miliar pada 2024. Pendapatan ADRO didominasi oleh ADMR dengan kontribusi 55%. Sedangkan SIS menyumbang 41%.
ADMR membukukan pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar atau meningkat 6,3% yoy. Pendapatan ADMR disokong oleh pertumbuhan volume yang kuat, meskipun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) melemah.
Kemudian, pendapatan SIS melonjak menjadi US$ 849 juta berkat kinerja operasional yang solid pada kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup, pengangkutan, dan jasa layanan peralatan.
“Kedua segmen tersebut menghasilkan laba yang stabil dengan margin lebih baik, seiring dengan pergeseran ADRO dari bisnis batu bara konvensional,” jelas Laurencia.
Rekomendasi dan Prediksi Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





