Jumat, 15 Mei 2026

AADI Cs di Tengah Ramalan Jatuhnya Laba Emiten Batu Bara

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Mar 2025 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha pertambangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha pertambangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba emiten batu bara yang dirisetnya jatuh sebesar 25-33% pada 2025, seiring proyeksi penurunan harga batu bara.

Lantas, bagaimana prospek saham emiten batu bara, seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA)?

Di antara para penambang batu bara tersebut, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) malah berpotensi menikmati kenaikan laba, jika royaltinya dipotong.

ADVERTISEMENT

“Kenaikan EPS sebesar 24-27%, jika tarif royalti diturunkan 8-9 ppt. Tapi, itu masih menunggu persetujuan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam risetnya.

Menurut Erindra, memasuki tahun 2025, pihaknya terus melihat skenario normalisasi harga batu bara dan memperkirakan rata-rata harga batu bara Newcastle sebesar US$ 110/ton, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$ 135,7/ton. Hal itu didorong oleh pertumbuhan pasokan dari Indonesia.

“Di tengah potensi percepatan produksi China dan risiko kembalinya pasokan dari Rusia ke pasar, kami kini melihat risiko penurunan harga lebih besar dan merevisi proyeksi harga batu bara dalam jangka panjang menjadi US$ 90/ton dari semula US$ 100/ton,” jelas dia.

Lebih lanjut, Erindra menegaskan bahwa ekspektasi terhadap penguatan harga batu bara secara musiman pada kuartal IV-2024 hingga kuartal I-2025 tidak terwujud, meskipun volume impor dari China mencapai rekor tertinggi dan pertumbuhan produksi Indonesia pada 2024 sesuai perkiraan.

“Kami melihat tingginya tingkat persediaan di China serta peningkatan produksi domestik sebagai penyebab utama pelemahan harga batu bara pada kuartal IV-2024,” ungkapnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia