Harga Emas Kokoh di US$ 3.000 Jelang Keputusan The Fed
JAKARTA, investor.id - Harga emas kokoh di kisaran US$ 3.000 pada Senin (17/3/2025), setelah berhasil menembus level tersebut pekan lalu. Saat ini, pasar menantikan keputusan kebijakan The Fed dan perkembangan terkait tarif perdagangan.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 3.001,5 per ons, setelah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 3.004,86 pada Jumat (14/3/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,2% ke US$ 3.005,6 per ons.
Fokus investor tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed yang akan dirilis minggu ini. Laporan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana bank sentral AS melihat dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap ekonomi yang sebelumnya stabil.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Minggu (16/3/2025) menyatakan, tidak ada jaminan AS akan terhindar dari resesi, meskipun yang terjadi mungkin hanya berupa penyesuaian ekonomi.
“Saya memperkirakan harga emas akan mengalami konsolidasi. Saat ini, pasar berada dalam mode ‘menunggu dan melihat’ menjelang keputusan The Fed,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.
Baca Juga:
Harga Emas Kenapa Bisa Seperti Ini?Para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Rabu (19/3/2025), dengan pemangkasan berikutnya diperkirakan terjadi pada Juni. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diminati sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Data Ritel AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






