Jumat, 15 Mei 2026

Investor Saham Butuh Ini Segera

Penulis : Rama Sukarta
18 Mar 2025 | 13:05 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok -6,12% pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (18/3/2025). Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan trading halt atau pembekuan perdagangan selama 30 menit usai IHSG terjun bebas -5,02%.

Anomali, tersungkurnya posisi IHSG hari ini berbanding terbalik dengan posisi indeks saham Asia yang justru menguat. Hang Seng hari ini menguat 1.87%, sementara Nikkei dan Shanghai masing-masing menguat 1.30% dan 0.09%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut bahwa posisi IHSG hari ini mencerminkan investor Indonesia yang tengah menantikan kebijakan yang pro market.

ADVERTISEMENT

"Sejauh ini sentimen negatifnya kuat dari pasar Indonesia khususnya," ucap Nafan kepada wartawan, Selasa (18/3/2025).

Nafan menyebut, saat ini pasar domestik Indonesia dihantui oleh beberapa sentimen negatif, seperti pelemahan jumlah tingkat kelas menengah. Perubahan ini membuat kondisi makro ekonomi Indonesia dinilai kurang kondusif dan prospektif di masa depan.

"Situasi ini membuat kondisi makro ekonomi domestik Indonesia masih relatif kurang kondusif. Apalagi kita sudah mengalami deflasi. Di sisi lain rupiah pun juga mengalami depresiasi," tambah Nafan.

Menurut Nafan, saat ini investor membutuhkan sebuah dorongan kebijakan yang pro terhadap pasar modal untuk membangkitkan kembali minat berinvestasi di pasar saham Indonesia.  Sebab, di antara banyaknya pilihan emerging market, investor asing akan cenderung memilih pasar yang diselimuti kebijakan pro market oleh pemerintahnya. 

"Jadi memang intinya juga para pelaku pasar untuk sementara ini di berhati-hati. Untuk jangka pendeknya kita akan menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diikuti dengan RDG BI," tutup Nafan.

Sementara itu, analis sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, IHSG yang anjlok lebih dari 5% menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Investor asing mulai kehilangan kepercayaan akibat kombinasi faktor global dan domestik. Meski demikian, pasar saham bersifat siklikal.

“Jika kebijakan ekonomi lebih stabil dan investor melihat prospek keuntungan yang lebih menarik, bukan tidak mungkin dana asing akan kembali mengalir ke Indonesia, membawa IHSG kembali ke jalur pemulihan,” ucapnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 45 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia