Investor Saham Butuh Ini Segera
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok -6,12% pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (18/3/2025). Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan trading halt atau pembekuan perdagangan selama 30 menit usai IHSG terjun bebas -5,02%.
Anomali, tersungkurnya posisi IHSG hari ini berbanding terbalik dengan posisi indeks saham Asia yang justru menguat. Hang Seng hari ini menguat 1.87%, sementara Nikkei dan Shanghai masing-masing menguat 1.30% dan 0.09%.
Baca Juga:
IHSG Crash, Tanda-tanda Apa?Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut bahwa posisi IHSG hari ini mencerminkan investor Indonesia yang tengah menantikan kebijakan yang pro market.
"Sejauh ini sentimen negatifnya kuat dari pasar Indonesia khususnya," ucap Nafan kepada wartawan, Selasa (18/3/2025).
Nafan menyebut, saat ini pasar domestik Indonesia dihantui oleh beberapa sentimen negatif, seperti pelemahan jumlah tingkat kelas menengah. Perubahan ini membuat kondisi makro ekonomi Indonesia dinilai kurang kondusif dan prospektif di masa depan.
"Situasi ini membuat kondisi makro ekonomi domestik Indonesia masih relatif kurang kondusif. Apalagi kita sudah mengalami deflasi. Di sisi lain rupiah pun juga mengalami depresiasi," tambah Nafan.
Menurut Nafan, saat ini investor membutuhkan sebuah dorongan kebijakan yang pro terhadap pasar modal untuk membangkitkan kembali minat berinvestasi di pasar saham Indonesia. Sebab, di antara banyaknya pilihan emerging market, investor asing akan cenderung memilih pasar yang diselimuti kebijakan pro market oleh pemerintahnya.
Baca Juga:
BBCA Cs Kena Hantam, PANI dkk Longsor"Jadi memang intinya juga para pelaku pasar untuk sementara ini di berhati-hati. Untuk jangka pendeknya kita akan menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diikuti dengan RDG BI," tutup Nafan.
Sementara itu, analis sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, IHSG yang anjlok lebih dari 5% menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Investor asing mulai kehilangan kepercayaan akibat kombinasi faktor global dan domestik. Meski demikian, pasar saham bersifat siklikal.
“Jika kebijakan ekonomi lebih stabil dan investor melihat prospek keuntungan yang lebih menarik, bukan tidak mungkin dana asing akan kembali mengalir ke Indonesia, membawa IHSG kembali ke jalur pemulihan,” ucapnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






