Jumat, 15 Mei 2026

Saham BBNI Diskon, Disebut Wonderful Company

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mar 2025 | 08:25 WIB
BAGIKAN
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI. Ist
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI. Ist

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 3,23% ke Rp 4.190 pada perdagangan Selasa (18/9/2025).

Sebanyak 80,14 juta saham ditransaksikan, frekuensi 21.861 kali, dan nilai transaksi Rp 334,71 miliar. Dalam sepekan, saham BBNI melemah 7,51%.

Secara valuasi, saham BBNI lagi diskon. Dengan rasio price to book value (PBV) di bawah 1, yakni 0,96 kali. Dan price earning ratio (PER) 7,28 kali.

ADVERTISEMENT

Verdhana Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan pada 11 Maret 2025 menetapkan target harga BBNI Rp 6.250 berdasarkan analisis DuPont, dengan asumsi tingkat bebas risiko sebesar 6,5%, premi risiko ekuitas sebesar 7,8%, pertumbuhan sebesar 8,5%, beta 1,0x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 16,5%. Verdhana juga menggunakan buku 2025F sebagai referensi. Kelipatan tersirat pada TP Verdhana adalah 1,3x buku 2025F dan 10,6x laba 2025F (dibandingkan dengan kelipatan saat ini masing-masing sebesar 1,0x dan 8,1x).

Risiko utama menurut pandangan Verdhana adalah tren ekonomi makro yang memburuk, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan, dan persaingan likuiditas yang lebih ketat (yang akan meningkatkan biaya pendanaan), dan memburuknya kualitas kredit (yang akan meningkatkan biaya kredit), dan opex yang lebih tinggi.

Wonderful Company

Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong sempat mengungkap pandangannya mengenai wonderful company. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam BNI Investor Daily Summit 2024, Special Session 2: Indonesian Capital Market Outlook: Identifying New Investment Opportunities & Strategies pada 8 Oktober 2024.

“Menurut saya wonderful company adalah sebuah perusahaan yang bisa membukukan laba yang sangat besar. Bukan perusahaan yang labanya kecil, bukan perusahaan yang labanya sedang atau perusahaan yang rugi,” papar Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong menekankan kembali bahwa wonderful company adalah perusahaan yang labanya besar dan setiap tahun dia growing terus bertumbuh “Labanya besar dan semakin tahun semakin besar,” sambung Pak Lo, sapaan akrabnya.

Lo Kheng Hong menyebutkan contoh wonderful company tentu saja perbankan yang besar, termasuk PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI).

“Contohnya seperti BNI itu wonderful company. Perusahaannya labanya besar dan labanya setiap tahun terus bertumbuh semakin besar dan semakin besar,” pungkas Lo Kheng Hong.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia