Saham AADI Diserok, PE 2,7 Kali
JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melompat 7,48% ke Rp 6.825 per akhir sesi I perdagagangan Rabu (19/3/2025) ini. Dan sempat menyentuh Rp 6.850 yang merupakan level tertingginya sepekan.
Sebanyak 9,24 juta saham AADI ditransaksikan, frekuensi 3.826 kali, dan nilai transaksi Rp 60,70 miliar. Berdasarkan data pada Stockbit Sekuritas, saham AADI mencatatkan net buy Rp 12,1 miliar, artinya ada yang menyerok.
Kemarin saham AADI jatuh 5,22%, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ambruk 3,84%.
Secara valuasi, rasio price earning ratio (PE) AADI masih 2,72 kali. Dengan rasio price to book value (PBV) 1,1 kali. Nilai kapitalisasi pasar AADI Rp 53,14 triliun.
Adaro Andalan Indonesia (AADI) menutup tahun 2024 dengan kinerja yang sedikit lebih baik dari perkiraan. Adaro Andalan membukukan pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar atau turun 10,1% yoy dan laba bersih US$ 1,2 miliar atau naik 5,9% yoy.
“Hasil tersebut ditopang oleh penurunan royalti dan keuntungan US$ 322 juta dari pelepasan investasi,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.
Adapun volume penjualan batu bara Adaro Andalan sepanjang 2024 mencapai rekor 68,1 Mt atau meningkat 7,4% yoy, meski terjadi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 16,2%. PT Adaro Indonesia (AI) berkontribusi sebesar 84,2% terhadap total volume penjualan.
Tahun ini, proyeksi volume penjualan emiten berkode saham AADI tersebut direvisi turun menjadi 65 Mt atau turun 4,5% yoy, yang berdampak pada pemangkasan estimasi pendapatan dan EBITDA sebesar 25-45%.
“Walaupun demikian, margin tetap solid dengan margin EBITDA diperkirakan meningkat menjadi 29-30%,” ungkap Laurencia.
Sedangkan belanja modal (capital expenditure/capex) AADI bakal moderat sebesar US$ 300 juta. Rasio pembayaran dividen dipertahankan mencapai 50%, disokong oleh arus kas bebas yang kuat dan likuiditas sehat.
Dividen dan Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





