Jumat, 15 Mei 2026

Ada Saham Harganya Ditaksir Tembus Rp 14.900

Penulis : Ghafur Fadillah
20 Mar 2025 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - VP Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menilai langkah regulator terkait buyback tanpa RUPS  sebagai respons cepat terhadap meningkatnya volatilitas dan penghentian sementara perdagangan.

 “Kebijakan ini efektif dalam jangka pendek untuk menstabilkan pasar dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, dalam jangka panjang, tidak serta-merta menjamin kenaikan IHSG yang berkelanjutan, terutama jika kinerja emiten tetap melemah,” ujarnya, Rabu (20/3/2025).

Dari sisi regulasi, transparansi diyakini tetap terjaga, sesuai ketentuan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. Aturan tersebut mengatur kewajiban keterbukaan informasi sebelum buyback dilakukan, pembatasan jumlah saham yang dapat dibeli kembali hingga maksimal 20% dari modal disetor, serta pelaporan dan pengumuman kepada publik.

ADVERTISEMENT

Secara teknikal, tren IHSG masih berada dalam fase bearish, dengan posisi indeks di bawah moving average (MA) 20 pada level 6.548.

Sejak awal 2025, pergerakan IHSG berada di bawah MA20, sehingga peluang untuk menembus level 7.000 masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. “Selama IHSG belum mampu bergerak di atas MA20, peluang kenaikan masih terbatas,” tambah Oktavianus.

Meskipun buyback saham dapat memberikan stabilitas jangka pendek, katalis ini dinilai belum cukup kuat untuk menarik minat investor asing. Beberapa faktor fundamental yang menjadi perhatian utama antara lain peningkatan risk premium akibat depresiasi rupiah dan pelebaran spread yield dengan US Treasury, risiko fiskal yang meningkat akibat defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta relaksasi kebijakan moneter yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Rekomendasi Saham

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia