Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik Dua Pekan Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
22 Mar 2025 | 05:19 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak mentah mencatat kenaikan pada Jumat (21/3/2025), membukukan penguatan mingguan kedua berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran serta rencana terbaru OPEC+ yang meningkatkan ekspektasi pasar akan pasokan yang lebih ketat.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 16 sen (0,2%) menjadi US$ 72,16 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 21 sen (0,3%) menjadi US$ 68,28 per barel. Secara mingguan, Brent menguat 2,1% dan WTI naik sekitar 1,6%, mencatat kenaikan terbesar sejak pekan pertama tahun ini.

Pada Kamis (20/3/2025), Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terkait Iran, yang untuk pertama kalinya menargetkan penyuling independen China, serta beberapa entitas dan kapal yang terlibat dalam pasokan minyak mentah Iran ke negara tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ini mengirimkan pesan ke pasar bahwa perusahaan China, sebagai pembeli utama minyak Iran, tidak kebal terhadap tekanan sanksi dari AS," kata analis energi di TP ICAP Scott Shelton.

Langkah ini merupakan putaran keempat sanksi Washington terhadap Teheran sejak Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu berjanji untuk menerapkan ‘tekanan maksimum’ dan menargetkan ekspor minyak Iran hingga nol.

Menurut analis UBS Giovanni Staunovo, kebijakan sanksi ketat ini kemungkinan akan membuat para pelaku pasar yang terlibat dalam pengiriman minyak Iran lebih berhati-hati ke depannya.

Analis di ANZ Bank memperkirakan ekspor minyak mentah Iran bisa turun hingga 1 juta barel per hari (bpd) akibat sanksi yang lebih ketat. Data dari Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Iran mencapai lebih dari 1,8 juta bpd pada Februari.

Rencana OPEC+

Harga minyak juga terdorong oleh rencana baru OPEC+ yang meminta tujuh anggotanya untuk memangkas produksi lebih lanjut guna mengkompensasi kelebihan produksi di luar batas yang telah disepakati. Pemangkasan ini diperkirakan berkisar antara 189 ribu bpd hingga 435 ribu bpd per bulan hingga Juni 2026.

"Rencana ini kemungkinan akan membatasi peningkatan produksi OPEC+ dalam beberapa bulan kedepan," ujar Staunovo dari UBS.

OPEC+ sebelumnya mengkonfirmasi bahwa delapan anggotanya akan meningkatkan produksi sebesar 138 ribu bpd mulai April, sebagian membalikkan pemangkasan produksi sebesar 5,85 juta bpd yang telah disepakati sejak 2022 untuk menjaga keseimbangan pasar.

Namun, para pelaku pasar masih menunggu kepastian apakah Irak, Kazakhstan, dan Rusia benar-benar mematuhi pemangkasan produksi yang diumumkan pada Kamis.

Analis minyak dari StoneX, Alex Hodes, menilai bahwa kepatuhan negara-negara tersebut akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan rencana tersebut.

Di sisi lain, produksi minyak Kazakhstan mencapai rekor tertinggi pada Maret berkat ekspansi ladang minyaknya, sehingga melampaui kuota produksi OPEC+, menurut dua sumber industri yang dikutip Reuters.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia