Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak di Atas 1% Setelah Trump Umumkan Tarif Pembeli Minyak Venezuela

Penulis : Indah Handayani
25 Mar 2025 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara
Ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak dunia di atas 1% pada Senin (24/3/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25% bagi negara-negara yang membeli minyak dan gas dari Venezuela.

Dikutip dari Reuters, kenaikan harga minyak masih terbatas karena AS memberikan perpanjangan waktu bagi Chevron untuk menghentikan operasinya di Venezuela hingga 27 Mei. Sebelumnya, Trump hanya memberikan waktu 30 hari sejak 4 Maret bagi Chevron untuk menghentikan lisensi operasinya.

Keputusan tersebut memberikan sedikit kelonggaran bagi Chevron, tetapi di sisi lain meningkatkan tekanan terhadap negara-negara yang masih mengimpor minyak dari Venezuela. Meskipun demikian, masih belum jelas bagaimana pemerintahan Trump akan menegakkan kebijakan tarif tersebut.

ADVERTISEMENT

Harga minyak mentah Brent naik 84 sen (1,2%) menjadi US$ 73 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 83 sen (1,2%) menjadi US$ 69,11 per barel.

Selain itu, tekanan terhadap harga minyak tetap ada karena Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) kemungkinan akan tetap melanjutkan rencana peningkatan produksi minyak pada Mei. Pembicaraan terkait gencatan senjata di Ukraina juga terus berlanjut, yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak Rusia ke pasar global.

“Kita mengalami sedikit kejutan pasokan akibat berkurangnya minyak Venezuela di pasar global. Ini menjadi faktor yang mendorong harga minyak naik,” ujar Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial, sembari menambahkan investor masih memantau kemungkinan sanksi yang lebih ketat terhadap Iran.

Kissler juga mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga setelah bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankannya pekan lalu. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya pinjaman dan meningkatkan aktivitas ekonomi, yang pada akhirnya berpotensi mendorong permintaan minyak.

Inflasi AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia