BBRI Mulai Pulih, Harga Bisa Naik Segini
JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mulai pulih pada Februari 2025, terlihat pada peningkatan laba bersih secara bulanan dan tahunan. Analis masih mematok target harga tinggi untuk saham BBRI.
Berdasarkan riset Verdhana Sekuritas, laba bersih BBRI Februari 2025 naik 129% secara bulanan dan 42% secara tahunan menjadi Rp 4,6 triliun, setelah pada Januari sempat turun 58%. Hal positif, biaya kredit turun menjadi 3,3% dari sebelumnya 5,6%, seiring normalisasi kebijakan overlay.
Namun, Verdhana menilai, kekhawatiran terhadap kualitas aset bakal terus berlanjut, seiring kondisi makro ekonomi belakangan ini. Per Februari 2025, biaya kredit mencapai 4,4%.
“Sepanjang 2025, biaya kredit BBRI diprediksi berkisar 3,5-3,7%, di atas panduan manajemen 3,3%,” tulis Verdhana dalam risetnya, yang dikutip pada Jumat (28/3/2025).
Per Februari 2025, laba bersih BBRI masih turun 18% menjadi Rp 6,6 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 8,1 triliun, akibat pembengkakan biaya kredit. Tetapi, secara operasional, kinerja bank Himbara ini masih meyakinkan.
Per Februari 2025, pendapatan bunga bersih (NII) dan laba sebelum provisi mencapai Rp 18,3 triliun dan Rp 17,5 triliun, turun 2% dan 7% secara tahunan. NIM mencapai 6,3%, dengan biaya dana stabil berkisar 3,1-3,3%.
Verdhana mencatat, write off rates BBRI mencapai 3,6% per Februari lalu, naik dari setahun sebelumnya 3,2%. Rasio loan loss reserve (LLR) mencapai 6%, tertinggi di antara bank besar. “Ini diperlukan untuk meng-offset risiko dari penurunan kualitas dan hapus buku kredit tahun 2025,” tulis Verdhana.
Hal positif dari BBRI, tulis Verdhana, adalah kredit dan DPK yang tumbuh masing-masing 5,2% dan 1,5% secara tahunan pada Februari lalu. LDR mencapai 88,2%.
Prospek dan Target Harga Saham
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






