Harga Batu Bara Menguat di Saat China Kebanjiran Pasokan
Kelebihan pasokan ini terjadi setelah lonjakan pembelian batu bara pada paruh kedua tahun lalu, bersamaan dengan konsumsi yang lebih rendah. Bahkan, China mencatat pertumbuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) paling lemah dalam setahun terakhir, yakni hanya 1,5%.
Namun, meski pertumbuhannya melambat, total pembangkitan listrik berbasis batu bara tetap mencapai rekor tertinggi pada 2024, yaitu 6,34 triliun kWh.
Pertumbuhan permintaan batu bara di China menunjukkan bahwa sumber energi ini masih menjadi andalan dalam sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai cadangan bagi energi terbarukan seperti angin dan surya. Peran batu bara diperkirakan tetap dominan dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan meningkatnya permintaan listrik akibat elektrifikasi rumah tangga dan transportasi.
Namun, dalam jangka pendek, Bloomberg mencatat bahwa pembangkit listrik berbasis batu bara dan gas di China mengalami penurunan produksi selama dua bulan pertama tahun ini. Ini adalah kali ketiga dalam 35 tahun terakhir terjadi penurunan seperti itu.
Penyebabnya bukan karena peningkatan energi terbarukan, melainkan cuaca yang lebih hangat, sehingga mengurangi kebutuhan listrik untuk pemanas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






