Rencana Aksi Besar Emiten Grup Djarum
JAKARTA, investor.id – Emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana menggelar rights issue pada kuartal II-2025, setelah ditunda pada Desember 2024.
“Rights issue akan dilaksanakan dengan rasio dan harga pelaksanaan yang berbeda dari rencana sebelumnya,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam ulasannya, yang dikutip pada Jumat (28/3/2025).
Baca Juga:
BBRI Mulai Pulih, Harga Bisa Naik SeginiSebelum ditunda akibat perkembangan makro ekonomi dan pasar, termasuk pergerakan harga saham perseroan, Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana menggelar rights issue untuk menghimpun dana Rp 4,5 triliun.
Struktur rencana transaksi semula mencakup penerbitan 5 miliar saham baru dengan rasio 1.001:100, efek dilusi hingga 9,08%, dan harga pelaksanaan Rp 900 per saham.
Dalam earnings call baru-baru ini, menurut Melvin, manajemen Sarana Menara Nusantara mengestimasikan belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp 5-6 triliun. Tahun ini, fokus utama emiten berkode saham TOWR tersebut adalah optimalisasi, baik dari utilisasi aset maupun struktur keuangan melalui rights issue.
“Penambahan jumlah tower dan fiber akan dilakukan secara hati-hati, mengingat tren konsolidasi industri operator dan ketatnya persaingan industri fixed broadband akhir-akhir ini,” jelas Melvin.
Sementara itu, jumlah tenants diperkirakan tetap stabil secara tahunan, setelah memperhitungkan relokasi tenant akibat merger antara XL Axiata (EXCL) dan Smartfren Telecom (FREN).
Sedangkan segmen fiber diharapkan terus bertumbuh melalui peningkatan utilisasi aset existing, baik dari sub segmen fiber to the tower (FTTT) maupun fiber to the home (FTTH).
Manajemen TOWR juga menyebutkan bahwa akuisisi PT Remala Abadi Tbk (DATA) merupakan salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan utilisasi aset fiber serta mendukung pertumbuhan pendapatan di segmen connectivity.
Sejalan dengan Ekspektasi
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






