Jumat, 15 Mei 2026

Rencana Aksi Besar Emiten Grup Djarum

Penulis : Jauhari Mahardhika
28 Mar 2025 | 10:53 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana menggelar rights issue pada kuartal II-2025, setelah ditunda pada Desember 2024.

Rights issue akan dilaksanakan dengan rasio dan harga pelaksanaan yang berbeda dari rencana sebelumnya,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam ulasannya, yang dikutip pada Jumat (28/3/2025).

Sebelum ditunda akibat perkembangan makro ekonomi dan pasar, termasuk pergerakan harga saham perseroan, Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana menggelar rights issue untuk menghimpun dana Rp 4,5 triliun.

ADVERTISEMENT

Struktur rencana transaksi semula mencakup penerbitan 5 miliar saham baru dengan rasio 1.001:100, efek dilusi hingga 9,08%, dan harga pelaksanaan Rp 900 per saham.

Dalam earnings call baru-baru ini, menurut Melvin, manajemen Sarana Menara Nusantara mengestimasikan belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp 5-6 triliun. Tahun ini, fokus utama emiten berkode saham TOWR tersebut adalah optimalisasi, baik dari utilisasi aset maupun struktur keuangan melalui rights issue.

“Penambahan jumlah tower dan fiber akan dilakukan secara hati-hati, mengingat tren konsolidasi industri operator dan ketatnya persaingan industri fixed broadband akhir-akhir ini,” jelas Melvin.

Sementara itu, jumlah tenants diperkirakan tetap stabil secara tahunan, setelah memperhitungkan relokasi tenant akibat merger antara XL Axiata (EXCL) dan Smartfren Telecom (FREN).

Sedangkan segmen fiber diharapkan terus bertumbuh melalui peningkatan utilisasi aset existing, baik dari sub segmen fiber to the tower (FTTT) maupun fiber to the home (FTTH).

Manajemen TOWR juga menyebutkan bahwa akuisisi PT Remala Abadi Tbk (DATA) merupakan salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan utilisasi aset fiber serta mendukung pertumbuhan pendapatan di segmen connectivity.

Sejalan dengan Ekspektasi 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia