Peluang Krakatau Steel (KRAS)
JAKARTA, investor.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali menunjukkan eksistensinya di pasar internasional dengan mengekspor 11.600 ton baja canai panas (hot rolled coil/HRC) ke Italia dan Spanyol. Pengiriman ini dilakukan melalui Krakatau International Port, Cilegon.
Dinamika industri baja global saat ini menciptakan peluang baru bagi produsen baja Indonesia. Berdasarkan data OECD, industri baja dunia mengalami kelebihan kapasitas hingga 625 juta ton, yang mendorong berbagai negara memberlakukan kebijakan protektif untuk melindungi industri domestik mereka. Namun, situasi ini juga menciptakan celah bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan pasokan di pasar tertentu.
Menurut Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan penurunan pasokan baja di Eropa. Sejumlah produsen baja dari Rusia yang sebelumnya menjadi pemasok utama kini menghadapi pembatasan ekspor, membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk baja setengah jadi ke kawasan tersebut.
Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Pacu Ekspor Baja"Beberapa produsen baja dari Rusia tidak lagi bisa masuk ke Eropa, dan ini menjadi kesempatan bagi kita. Indonesia kini menjadi sumber potensial untuk memenuhi kebutuhan baja Eropa," ujar Imam J Faisal, Direktur PT Vund Metal Utama, yang turut bekerja sama dengan Krakatau Steel dalam ekspor ini, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (28/3/2025).
Selain itu, masuk ke pasar baja Uni Eropa (UE) bisa menjadi tantangan tersendiri bagi industri baja nasional karena berbagai regulasi dan kebijakan yang harus dipenuhi. Produk baja yang dipasarkan di UE harus memenuhi standar keselamatan, kualitas, dan lingkungan yang ketat. Untuk dapat beredar di pasar Eropa, produsen harus mendapatkan CE Marking yang menunjukkan bahwa produk baja memenuhi semua persyaratan teknis dan keselamatan yang berlaku di Eropa.
Krakatau Steel telah mempersiapkan diri dengan baik. Perusahaan ini telah memenuhi standar CE Marking, yang menjamin bahwa produk baja mereka memenuhi persyaratan kualitas dan regulasi yang berlaku di Eropa. Pencapaian ini tidak hanya memudahkan proses ekspor, tetapi juga memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk baja Indonesia.
Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan pemerintah Indonesia. Berbagai kebijakan seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), pengendalian impor melalui neraca komoditas, dan penetapan harga gas bumi tertentu (HGBT) telah memberikan angin segar bagi industri baja nasional. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.x
Pantang Menyerah
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



