Jumat, 15 Mei 2026

Performa Emiten Sports Station plus Target Harga Saham

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Apr 2025 | 11:34 WIB
BAGIKAN
Sports Station, salah satu gerai MAP Aktif Adiperkasa (MAPA). (Foto: Istimewa)
Sports Station, salah satu gerai MAP Aktif Adiperkasa (MAPA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 32% yoy atau anjlok 51% qoq menjadi Rp 252 miliar pada kuartal IV-2024. Alhasil, laba bersih pengelola Sports Station, Planet Sports.Asia, Golf House, dan Kidz Station itu turun 3% yoy selama 2024 menjadi Rp 1,3 triliun.

“Pencapaian laba bersih MAPA di bawah ekspektasi, karena 91% dari estimasi konsensus 2024,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya dalam ulasannya, yang dikutip pada Rabu (2/4/2025).

Adapun pendapatan MAP Aktif Adiperkasa pada kuartal IV-2024 tetap tumbuh 20% yoy atau 5% qoq, sehingga pertumbuhan pendapatan anak usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tersebut selama 2024 mencapai 27% yoy.

ADVERTISEMENT

“Itu sejalan dengan ekspektasi atau 100% dari estimasi konsensus 2024,” sebut Reynaldo.

Menurut dia, penurunan laba bersih emiten berkode saham MAPA tersebut pada kuartal IV-2024 terutama disebabkan oleh penurunan margin laba kotor, yang sebelumnya sudah terlihat sejak kuartal II-2024 dan sudah diekspektasikan bakal mengalami normalisasi dari high base 2023 – serta kerugian kurs.

Sementara itu, pendapatan MAPA pada kuartal IV-2024 tumbuh di seluruh segmen geografis, kecuali pertumbuhan di Singapura dan Vietnam, yang secara tahunan mengalami sedikit penurunan secara nominal.

Pertumbuhan pendapatan MAPA terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan di Indonesia sebesar 20% yoy dan Filipina 20% yoy. Masing-masing berkontribusi sebesar 73% dan 14% terhadap total pendapatan MAPA.

Kemudian, margin laba kotor pada kuartal IV-2024 turun 302 bps yoy atau tergerus 149 bps qoq menjadi 45,1% dengan opex to sales stabil. Margin laba usaha juga turun 235 bps yoy atau terpangkas 216 bps qoq menjadi 12,3%.

“Hasil tersebut membuat margin laba usaha MAPA selama 2024 turun 246 bps yoy menjadi 12,5%, masih sejalan dengan ekspektasi atau 99% dari estimasi konsensus 2024. Sedangkan inventory days turun menjadi 202 hari,” jelas Reynaldo.

Di sisi lain, MAPA mencatatkan rugi kurs Rp 47 miliar pada kuartal IV-2024 dibandingkan kuartal IV-2023 yang membukukan keuntungan kurs Rp 6 miliar dan kuartal III-2024 yang untung Rp 59 miliar. Hal itu seiring kembali melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

“Kerugian kurs ini terutama dari trade payables (utang usaha) MAPA kepada supplier dalam mata uang dolar AS, yang menurut kami normal karena nature bisnisnya,” pungkasnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia