Wall Street Menguat, tapi Pernyataan Trump Soal Tarif Bikin Bursa Berjangka Anjlok
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street menguat pada Rabu (2/4/2025) di tengah sesi yang penuh gejolak. Bursa sempat melemah di awal, tetapi berhasil bangkit kembali menjelang pengumuman besar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kebijakan tarif impor.
Dikutip dari Reuters, setelah pasar saham tutup, Trump mulai berpidato dan langsung mengguncang bursa berjangka AS. Indeks berjangka S&P 500 anjlok 1,6%, sementara Nasdaq turun 2,4% saat Trump menyampaikan kebijakan tarifnya yang luas.
Trump mengumumkan tarif dasar 10% untuk semua impor ke Amerika Serikat, dengan bea tambahan untuk beberapa mitra dagang utama. Pengumuman ini meningkatkan kekhawatiran investor mengenai dampaknya terhadap ekonomi global, inflasi, dan laba perusahaan.
Pasar keuangan AS memang mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir seiring spekulasi terkait kebijakan tarif ini. Indeks Volatilitas CBOE yang dijuluki sebagai ‘pengukur ketakutan Wall Street’, tetap berada di level tertinggi sejak pertengahan Maret dalam tiga sesi terakhir.
Pernyataan Trump disampaikan dalam acara di Rose Garden, Gedung Putih, pada pukul 16.00 ET (03.00 WIB). Beberapa tarif, seperti pada baja, aluminium, dan otomotif, sebenarnya telah diumumkan sebelumnya, tetapi kali ini Trump mengungkapkan detail kebijakan tarif secara lebih rinci.
“Pernyataan seorang presiden sangat berpengaruh. Mereka bisa mengubah kebijakan dan memengaruhi bagaimana dunia korporasi AS merespons. Inilah tekanan yang dirasakan pasar saat ini,” ujar Presiden sekaligus Chief Investment Officer Pennington Partners & Co Christopher Wolfe
Menurut Wolfe, reaksi pasar sangat bergantung pada apakah investor melihat kebijakan ini sebagai perubahan ekonomi yang terukur atau justru sebagai tindakan sepihak yang bisa berdampak negatif.
Sebelum Trump berbicara, indeks utama AS mencatat penguatan Dow Jones Industrial Average naik 235,36 poin (0,56%) ke 42.225,32. Sedangkan S&P 500 menguat 37,90 poin (0,67%) ke 5.670,97, sementara Nasdaq Composite melonjak 151,16 poin (0,87%) ke 17.601,05.
Saham Teknologi
Saham-saham teknologi besar menopang penguatan ini. Saham Tesla melonjak 5,3% setelah laporan Politico menyebutkan bahwa Trump memberi sinyal Elon Musk akan mundur dari perannya di pemerintahan. Kabar ini membantu membalikkan pelemahan Tesla sebelumnya akibat laporan penurunan 13% dalam pengiriman kendaraan kuartal pertama.
Dukungan Tesla juga mendorong indeks consumer discretionary naik 2%, menjadi sektor berkinerja terbaik di antara 11 sektor dalam S&P 500. Namun, saham Tesla kembali melemah setelah Trump berpidato.
Di antara raksasa teknologi lainnya, Amazon ditutup menguat 2% setelah dilaporkan sedang mengajukan penawaran untuk membeli platform video pendek TikTok.
Baca Juga:
Tanda Ekonomi RI Masih BaikDi sisi ekonomi, pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS meningkat pada Maret, sementara pesanan barang manufaktur AS melonjak pada Februari. Hal ini kemungkinan terjadi karena perusahaan-perusahaan berusaha mempercepat pemesanan sebelum tarif baru diberlakukan.
Kini, perhatian investor akan beralih ke data ketenagakerjaan bulanan non-farm payrolls dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Jumat (4/4/2025), yang dapat memberikan wawasan tentang prospek ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga.
Traders saat ini masih bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali tahun ini, tetapi tekanan inflasi akibat tarif baru dapat mengaburkan prospek tersebut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






