Jumat, 15 Mei 2026

Ada Badai IHSG, Saham Ini Jadi Fokus Investasi

Penulis : Jauhari Mahardhika
7 Apr 2025 | 20:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi volatilitas pasar saham. (Unsplash/Maxim Hopman)
Ilustrasi volatilitas pasar saham. (Unsplash/Maxim Hopman)

JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas memangkas estimasi pertumbuhan laba emiten 2025 menjadi 4,5% dari sebelumnya 6,5%. Broker ternama itu juga merilis saham-saham berkualitas yang layak untuk investasi pada kuartal II-2025, antara lain BBCA dan ICBP.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, pemangkasan estimasi pertumbuhan laba 2025 telah mempertimbangkan hasil laba pada 2024 yang lebih lemah dari perkiraan, terutama di sektor perbankan dan telekomunikasi, yang diumumkan pada Februari-Maret 2025.

“Dari sejumlah perusahaan dalam cakupan kami yang telah melaporkan laba 2024, sekitar 37% di antaranya berada di bawah ekspektasi konsensus, sedangkan 34% sesuai ekspektasi dan 29% melampaui ekspektasi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan target indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini menjadi 7.350 dari sebelumnya 7.850. Target tersebut mencerminkan rasio PE sebesar 13 kali. Adapun skenario optimistis (bull case) IHSG tahun ini di level 7.660 dan skenario pesimistis (bear case) di level 7.090.

Saat ini, IHSG terdiskon besar yang mencerminkan prospek pesimistis. IHSG diperdagangkan pada PE sebesar 11,4 kali atau setara standar deviasi (SD) -1,8 terhadap rata-rata 10 tahun, dengan selisih yield laba sebanyak 154 bps terhadap yield obligasi 10 tahun – terlebar sejak Juni 2012.

“Jika dibandingkan dengan kondisi pasar pada 2015 atau tahun pertama Presiden Joko Widodo menjabat, kami melihat adanya kemiripan seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan laba, defisit fiskal yang melebar, serta peluncuran kebijakan baru pemerintah,” jelas Erindra.

Namun, faktor positif kali ini adalah neraca perdagangan Indonesia yang lebih kuat, didukung oleh membaiknya ekspor. Jika tren berlanjut, hal itu bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, risiko tetap ada, terutama volatilitas harga batu bara dan CPO.

Di tengah minimnya katalis pertumbuhan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba emiten akan melemah secara beruntun pada kuartal II-2025 dan stagnan pada kuartal III-2025. Sedangkan IHSG yang menghadapi badai diprediksi bergerak pada kisaran 5.900-6.700 di kuartal II-2025.

Saham Murah dan Berkualitas 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia