Katanya IHSG Bakal Longsor, Investor Harus Apa?
JAKARTA, investor.id – Banyak investor di sejumlah Grup WhatsApp yang mencemaskan efek Tarif Trump bakal membuat pasar saham longsor. Bahkan tak sedikit yang menyampaikan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi trading halt alias pembekuan sementara perdagangan.
“Apakah memang banyak yang berharap akan terjadi demikian? Alih-alih memberikan harapan dan optimisme kepada para pelaku pasar. Atau, memang ada oknum yang ingin serok di harga lebih rendah lagi dengan memanfaatkan sentimen yang ada?” kata Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada dalam keterangannya.
Menurut dia, investor yang hanya menjadi followers tampak begitu panik dan bersiap menjual sahamnya secara masif, sehingga merusak portofolionya yang sudah minus diterpa berbagai sentimen sejak awal tahun.
“Jangan panik berlebihan dalam kondisi saat ini. Sebab naik turunnya market karena persepsi para pelaku pasar dalam menilai sentimen yang ada. Para pelaku pasar lah yang membuat IHSG dan saham-saham di dalamnya naik atau turun, bukan karena sentimen semata,” tutur Reza.
Dia pun mengajak para pelaku pasar untuk mengangkat IHSG demi kebaikan bersama. “Bagi yang belum mau ikut, tidak apa-apa wait & see dulu dan sementara bisa masuk ke instrumen fixed income maupun reksa dana pasar uang,” jelas dia.
Pihaknya tetap optimistis dan percaya IHSG bakal mampu melewati badai ini dengan baik, bukan malah membuat pelaku pasar lainnya tambah panik.
Strategi Portofolio
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






