Jumat, 15 Mei 2026

Saham GOTO ARB, Ada yang Serok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Apr 2025 | 10:54 WIB
BAGIKAN
GOTO
GOTO

JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) longsor14,46% mentok auto reject bawah (ARB) ke Rp 71 pada perdagangan 8 April 2025. Posisinya seperti itu saat dipantau di sekitar pukul 10.50 WIB.

Saham GOTO ada yang menyerok, hal itu ditandai dengan nilai transaksi saham GOTO yang sudah menyentuh Rp 288,8 miliar, sebanyak 4,07 miliar saham ditransaksikan, frekuensi 13.899 kali.

Selain itu, berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham GOTO mencetak net buy Rp 122,1 miliar.

Saham GOTO tertekan sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga terkapar dan sempat kena trading halt.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan angin buritan setelah keluarnya kinerja keuangan 2024. Broker seperti Macquarie mematok target harga tinggi saham raksasa teknologi Indonesia ini.

Berdasarkan riset Macquarie, EBITDA disesuaikan segmen fintech GOTO berbalik menjadi positif pada tahun 2024, pertama dalam sejarah. Tahun ini, manajemen GOTO menargetkan EBITDA disesuaikan berkisar Rp 1,4-1,6 triliun, di atas konsensus.

Hal itu bajal didorong oleh segmen on demand services (ODS) yang diprediksi menyumbang Rp 1,1 triliun, sedangkan fintech Rp 300 miliar. Perseroan diprediksi masih bisa mengendalikan biaya, setelah bonus driver ojol untuk Lebaran.

Tahun 2025, tulis Macquarie, manajemen GOTO membidik pertumbuhan ODS dua digit. Ini didorong oleh penawaran premium dan langganan, kenaikan pendapatan iklan, dan disiplin pengeluaran biaya promosi, yang dapat mendongkrak margin dan memicu pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga:

Mitra Baru WIFI

Sementara itu, tulis Macquarie, bisnis fintech GOTO membukukan pertumbuhan pinjaman 172% secara tahunan pada kuartal IV-2024. Keuntungan segmen ini diprediksi meningkat, seiring terus bertumbuhna pengguna Gopay.

”Kredit fintech GOTO ditaksir melampaui Rp 8 triliun pada Desember 2025, naik dari kuartal IV Rp 5,2 triliun. Rata-rata durasi pinjaman 3,5 bulan,” tulis Macquarie, dikutip Senin (7/4/2025).

Di sisi lain, di bisnis e-commerce, biaya layanan Tokopedia naik 6% secara kuartalan menjadi Rp 183 miliar pada kuartal IV tahun lalu. Macquarie memprediksi biaya layanan Tokopedia tahun ini tumbuh 9%.

Macquarie mencatat, kas GOTO tetap kuat, mencapai US$ 1,3 miliar. Perseroan masih memiliki jatah US$ 109 juta untuk buyback saham.

Laba dan Target Harga 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia