BBCA BMRI Katanya Bisa Segini
JAKARTA, investor.id - VP, Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menilai sejumlah faktor fundamental makroekonomi mendukung potensi pemulihan indeks harga saham gabungan (IHSG).
“Kami meyakini pasar modal Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan, seiring dengan rendahnya risiko resesi domestik, peringkat utang yang tetap investment grade, serta potensi bonus demografi hingga 2045,” ujar Oktavianus kepada Investor.id, Selasa (8/4/2025).
Ia menjelaskan, berdasarkan data Bloomberg, peluang terjadinya resesi di Indonesia hanya sekitar 5%, sejalan dengan rasio utang terhadap PDB (debt-to-GDP) yang masih terkendali di kisaran 38–41%.
Selain itu, Indonesia mempertahankan peringkat utang investment grade dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan S&P. “Kondisi ini menjadi fondasi kuat bagi pasar keuangan domestik,” tambahnya.
Baca Juga:
Sejarah Pasar Saham Bakal Terulang?Oktavianus menilai bahwa siklus ekonomi saat ini bisa menjadi peluang bagi pasar modal apabila dibarengi kebijakan strategis dari pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta pengendalian inflasi.
Adapun dalam jangka pendek, pihaknya memperkirakan volatilitas pasar akan meningkat, sehingga rentang pergerakan IHSG menjadi lebih lebar pada kuartal II-2025. Target IHSG dikelompokkan dalam tiga skenario, pertama yakni skenario optimistis di mana indeks bisa bangkit pada rentang 6.750 - 6.800, lalu skenario moderat dengan proyeksi pergerakan indeks di level 6.560 - 6.600 dan juga skenario pesimistis dimana indeks kembali melanjutkan koreksi hingga level 5.750.
“Kami berpandangan tekanan pasar akan berlangsung dalam jangka pendek hingga menengah, tetapi akan mulai mereda jika terjadi penguatan rupiah, implementasi kebijakan pro-pasar, relaksasi suku bunga global, serta rilis kinerja emiten - khususnya blue chip - yang tetap resilien,” ujarnya.
Ia merujuk pada data CME FedWatch per 8 April 2025 yang memperkirakan probabilitas pemangkasan suku bunga acuan AS hingga Desember 2025 ke level 3,5 - 3,75% berada di atas 50%.
BBCA BMRI Cs
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






