Jumat, 15 Mei 2026

Siap-siap Volatilitas Saham, Antisipasi Pakai Cara Ini

Penulis : Monique Handa Shafira
10 Apr 2025 | 11:50 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi IHSG. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Ilustrasi IHSG. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, investor.id - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Teranyar, Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor bagi China menjadi 125%, hanya beberapa jam setelah China menaikkan bea masuk atas barang-barang AS menjadi 84%.

Memanasnya perang dagang kedua negara tersebut telah menjadi perhatian semua pihak khususnya investor baik domestik maupun dari luar negeri. Lantas, apa yang harus dilakukan investor menghadapi perang dagang AS dan China?

Founder dan CEO Finvesol Consulting Fendi Suiyanto merekomendasikan agar investor mengambil kebijakan investasi yang sifatnya lebih jangka pendek. Hal ini melihat dari potensi, fluktuasi, dan volatilitas perang dagang kedua negara tersebut ke depan.

ADVERTISEMENT

“Kenapa demikian? Karena memang volatilitas nanti ke depan potensinya akan sangat tinggi dan besar sehingga akan sangat bijak bagi investor ataupun trader untuk memanfaatkan momentum jangka pendek,” ujar Fendi dalam Investor Market Opening di Berita Satu TV, Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Fendi menambahkan, investor bisa melakukan aksi buy on weakness untuk tujuan jangka pendek ketika sentimen positif sudah mulai bermunculan. Dia memberikan contoh, investor bisa melakukan aksi buy on weakness seperti pada saat indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 9% secara intraday pada Selasa (8/4/2025).

Kemudian, menjual saham tersebut pada saat IHSG kembali bergairah. Selanjutnya, investor memperhatikan level support IHSG untuk mengambil posisi berikutnya.

Akumulasi

“Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi investor-investor yang memang orientasinya tidak hanya trading saja atau mengakumulasi saham. Ada juga yang memang betul-betul mau melakukan investasi, mengharapkan pembayaran dividen juga bisa dilakukan dari posisi sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fendi mengatakan sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati dalam jangka pendek. Pada saat sektor perbankan melemah, maka investor disarankan untuk melakukan buy on weakness.

Kemudian, pada saat posisinya menguat pada level support dan resistance, maka investor bisa melakukan sell on strength. Selain perbankan, sektor pertambangan atau mineral seperti saham-saham Antam dan sektor basic industry juga menarik untuk dikoleksi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia