Jumat, 15 Mei 2026

Investor Kakap Mau Tambah Porsi Portofolio Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
14 Apr 2025 | 08:56 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia. (Beritasatu)
Bursa Efek Indonesia. (Beritasatu)

JAKARTA, investor.id - BPJS Ketenagakerjaan, investor institusional terbesar di negara ini, bermaksud untuk meningkatkan porsi ekuitas lokal dalam portofolionya hingga 20% dalam waktu tiga tahun. Sebagaimana dilaporkan Reuters pada Jumat (11/4/2025).

Ketika ditanya tentang pasar saham Indonesia pekan lalu, Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengatakan bahwa hal tersebut telah menciptakan ruang bagi pihaknya untuk berinvestasi pada saham-saham yang murah.

BPJS Ketenagakerjaan telah meningkatkan investasinya secara bertahap pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar, katanya, di sektor-sektor seperti perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan barang konsumsi.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah kondisi di mana orang-orang menjual, jika kita melihat sejarah, setiap kali pasar melampaui batas, orang-orang menjual, itu adalah waktu terbaik untuk membeli," katanya dalam sebuah wawancara, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Jendela telah mulai terbuka bagi kami untuk meningkatkan eksposur kami pada ekuitas, karena kami membutuhkan volume, kami membutuhkan likuiditas, dan dengan semua orang menjual, likuiditas itu disediakan,” tambahnya.

Saat ini, eksposur BPJS Ketenagakerjaan terhadap ekuitas berada di kisaran 10% atau setara dengan US$ 4,8 miliar, baik secara langsung di pasar saham maupun melalui reksa dana, katanya, seraya menambahkan bahwa targetnya adalah untuk memperluasnya menjadi antara 15% dan 20% dalam waktu tiga tahun.

Lead Investment Community Stockbit, Edi Chandren menilai, selain dapat memberikan inflow tambahan ke bursa saham Indonesia, rencana BPJS Ketenagakerjaan (BPJS–TK) meningkatkan porsi investasi di pasar saham berpotensi meningkatkan confidence para pelaku pasar, apalagi jika nantinya juga didukung oleh Danantara.

“Sebagai konteks sederhana, potensi inflow BPJS–TK mencapai lebih dari Rp 27 triliun per tahun (Rp 80 triliun dalam 3 tahun) sementara total net outflow investor asing dari IHSG sejak awal tahun mencapai Rp 37 triliun per 11 April 2025,” paparnya dalam ulasannya, Senin (14/4/2025) pagi.

Danantara

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 55 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia