Investor Kakap Mau Tambah Porsi Portofolio Saham
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik niat Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) untuk terjun sebagai pemasok likuiditas alias liquidity provider (LP) di pasar modal Indonesia.
“Pembicaraan-pembicaraan untuk itu sudah dilakukan,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers daring Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Bulan Maret 2025, pada Jumat (11/4/2025).
Dia menuturkan, OJK memang melihat dan mendorong perlunya penguatan investasi domestik di pasar modal Tanah Air. Gagasan itu secara spesifik ditujukan kepada para investor institusi atau institutional investor dalam negeri, khususnya Danantara beserta anggota holding untuk ikut serta menjaga stabilitas dan perkembangan pasar modal Indonesia.
“Juga yang ingin kami dorong dan lihat ke depan adalah penguatan dari investasi domestik di pasar modal kita, khususnya oleh investor institusional atau institutional investor, termasuk di dalamnya adalah dari lembaga jasa keuangan milik pemerintah atau BUMN,” ujar Mahendra.
Danantara dan anggota holding memang punya kapabilitas untuk menjadi liquidity provider di pasar saham Indonesia. Lebih dari sekadar niat, langkah Danantara dan anggota holding untuk investasi saham langsung ke pasar modal ini sudah masuk tahap koordinasi.
Baca Juga:
Emiten Buyback hingga Rp 15 Triliun“Dalam kaitan ini, koordinasi dengan Danantara yang jadi holding dari lembaga jasa keuangan pemerintah, dilakukan untuk juga mendorong kemungkinan lebih besar lagi bagi lembaga jasa keuangan di bawah Danantara melalukan investasi di pasar modal sebagai institutional investor,” beber Mahendra.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






