Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Tunggu Dividen Cair, Ada Saham yang Diincar?

Penulis : Ghafur Fadillah
14 Apr 2025 | 11:36 WIB
BAGIKAN
Chief Invesment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Chief Invesment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Mahendra menambahkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat fondasi pasar modal, di tengah tekanan global termasuk imbas dari perang dagang. OJK sendiri sebelumnya telah menyesuaikan sejumlah aturan guna menjaga stabilitas, mulai dari kebijakan buyback tanpa RUPS hingga revisi ketentuan trading halt dan auto rejection bawah (ARB).

Potensi Danantara menjadi liquidity provider juga diamini oleh pelaku pasar. Vice President Head of Marketing, Strategy & Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana, mengatakan bahwa dana kelolaan Danantara yang mencapai sekitar US$ 900 miliar (setara Rp 14.715 triliun) membuka peluang besar untuk optimalisasi return di pasar saham terbuka.

“Kami berpandangan bahwa peluang dana tersebut masuk ke pasar saham cukup besar, namun tentu perlu kalkulasi yang cermat dan mempertimbangkan momentum yang tepat,” ujar Oktavianus.

Ia menambahkan, perlu diantisipasi potensi ketergantungan pasar apabila intervensi Danantara terlalu dominan.

ADVERTISEMENT

Senada, Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana menilai langkah ini bisa menjadi katalis positif bagi pasar modal. Ia menilai model Danantara memiliki kemiripan dengan Temasek Holdings dari Singapura yang dikenal mampu menstabilkan harga saham BUMN dan meredam volatilitas.

“Dengan kapasitas dan posisi strategisnya, Danantara dapat menjadi penopang pasar di saat tekanan global meningkat. Ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten, serta membantu menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Hendra.

Menurutnya, kehadiran Danantara sebagai liquidity provider akan memperkuat pasar modal Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal dan menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang. Apalagi, sektor yang disasar seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga infrastruktur digital dan kesehatan memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia