Danantara Tunggu Dividen Cair, Ada Saham yang Diincar?
Mahendra menambahkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat fondasi pasar modal, di tengah tekanan global termasuk imbas dari perang dagang. OJK sendiri sebelumnya telah menyesuaikan sejumlah aturan guna menjaga stabilitas, mulai dari kebijakan buyback tanpa RUPS hingga revisi ketentuan trading halt dan auto rejection bawah (ARB).
Potensi Danantara menjadi liquidity provider juga diamini oleh pelaku pasar. Vice President Head of Marketing, Strategy & Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana, mengatakan bahwa dana kelolaan Danantara yang mencapai sekitar US$ 900 miliar (setara Rp 14.715 triliun) membuka peluang besar untuk optimalisasi return di pasar saham terbuka.
“Kami berpandangan bahwa peluang dana tersebut masuk ke pasar saham cukup besar, namun tentu perlu kalkulasi yang cermat dan mempertimbangkan momentum yang tepat,” ujar Oktavianus.
Ia menambahkan, perlu diantisipasi potensi ketergantungan pasar apabila intervensi Danantara terlalu dominan.
Senada, Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana menilai langkah ini bisa menjadi katalis positif bagi pasar modal. Ia menilai model Danantara memiliki kemiripan dengan Temasek Holdings dari Singapura yang dikenal mampu menstabilkan harga saham BUMN dan meredam volatilitas.
“Dengan kapasitas dan posisi strategisnya, Danantara dapat menjadi penopang pasar di saat tekanan global meningkat. Ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten, serta membantu menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Hendra.
Menurutnya, kehadiran Danantara sebagai liquidity provider akan memperkuat pasar modal Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal dan menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang. Apalagi, sektor yang disasar seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga infrastruktur digital dan kesehatan memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






