AS Terancam Resesi, Harga Emas Diramal Meroket ke Sini
JAKARTA, Investor.id - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas menjadi US$ 3.700 ribu per troy ounce (oz) pada akhir 2025 dari tadinya US$ 3.300 per oz, dipicu kekhawatiran prospek ekonomi Amerika Serikat (AS), seiring eskalasi perang dagang negara itu dengan Cina. Dalam kondisi ekstrem, Goldman bahkan memprediksi emas bisa bertengger di US$ 4.500 per oz.
“Emas kini menjadi menarik sebagai instrumen lindung nilai saat resesi,” tulis Goldman dikutip dari investing.com, Senin (14/4/2025).
Sebelumnya, bank investasi itu menetapkan target harga emas pda 2025 pada Maret lalu. UBS juga menaikkan target harga emas menjadi US$ 3.500 per oz. Di mata UBS, emas menjadi instrumen investasi atratktif untuk logam dan bakal berlaku dalam jangka panjang.
UBS mencatat, harga emas sudah naik mendekati US$ 3.240 per oz, merupakan rekor ke-32 kali sepanjang 2025. Pada 10 April lalu, emas mencetak gain terbesar sejak April 2020.
Baca Juga:
Ramai War Emas Antam, Begini FaktanyaPindah dari Dolar AS
Reli harga emas ini, tulis UBS, disebabkan ketidakpastian akibat perdagangan dunia, yang menggerus kepercayaan terhadap dolar AS dan US Treasury.
UBS memprediksi ada tambahan permintaan dari sejumlah bank sentral, institusi, dan swasta terhadap emas, dipicu sejumlah kejadian, seperti perangd agang, lelang UST yang sepi, dan tren dedolarisasi yang makin menguat.
“Selain itu, posisi pembelian emas masih di bawah level puncak kala di era bull run setelah krisis finansial global,” tulis UBS.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






