PTPP Raih Kontrak Baru Rp 6 Triliun, Didominasi Proyek BUMN
JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 6,275 triliun pada kuartal I-2025, naik 32% secara yoy. Proyek BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 52,1%. Sisanya, swasta sebesar 28,6% dan pemerintah 19,3%.
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menyampaikan, PTPP memperoleh proyek dengan kontrak bernilai jumbo pada tiga bulan pertama tahun ini, sehingga membuat capaian nilai kontrak baru perseroan naik signifikan dari yang dilaporkan pada Februari 2025.
Baca Juga:
Waskita (WSKT) Dapat Kontrak Baru LagiSampai Februari 2025, anggota BUMN Karya tersebut melaporkan telah mengantongi kontrak sebesar Rp 3 triliun. “Pada Maret 2025, PTPP mendapatkan salah satu proyek pelabuhan yang memiliki nilai kontrak baru jumbo yaitu proyek NPEA Seksi II dengan nilai Rp 2,33 triliun,” jelas Joko dalam keterangan resminya, Kamis (17/4/2025).
Dengan demikian, pelabuhan menjadi sektor dengan perolehan kontrak baru tertinggi sebesar 37,2%. Disusul gedung sebesar 32,9%, jalan dan jembatan sebesar 22,6%, bendungan sebesar 4,3%, irigasi sebesar 2,8%, dan minyak serta gas sebesar 0,3%.
Atau dengan kata lain, Joko menyebut, terdapat kenaikan sebesar 116% dari perolehan nilai kontrak dari Februari 2025. “Dengan pembukuan nilai kontrak yang meningkat, PTPP optimistis terhadap kinerja di akhir tahun ini. Perseroan akan terus fokus mencapai target pemasaran sampai akhir 2025,” tutur Joko.
Sebelumnya, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyatakan, perseroan kini sudah kembali pada bisnis konstruksi sebagai bisnis inti (core business). Bisnis konstruksi yang menjadi area utama perseroan meliputi konstruksi gedung, infrastruktur jalan dan jembatan, serta Engineering Procurement & Construction (EPC).
“Dengan segala macam yang sudah kami lalui mulai dari investasi yang ternyata tidak mudah, kami sekarang melakukan perbaikan, melakukan divestasi. Bersamaan dengan itu, kami mengarah kepada bisnis inti,” ucap Novel kepada Investor Daily baru-baru ini.
Keputusan PTPP me-refocusing menuju bisnis inti tersebut dibarengi dengan perbaikan teknologi. Novel meyakini, dengan melakukan improvisasi teknologi, PTPP akan memiliki diferensiasi dan bakal mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat sehingga menjadi lebih kompetitif dibanding kontraktor lain.
“Jadi, kalau saya bicara lima tahun ke depan, bagaimana PTPP memperbaiki teknologi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing untuk menghasilkan profitabilitas dan keuangan yang lebih sehat,” tandas Novel.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






