Sawit Sumbermas (SSMS) Tebar Dividen Rp 450 Miliar hingga Tambah 2 Direksi
JAKARTA, investor.id - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (21/4/2025). Hasilnya, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 450 miliar hingga menambah dua direksi baru.
Manajemen menjelaskan, dividen SSMS tersebut merupakan 54,91% dari laba tahun berjalan yang diatribusikan sebesar Rp 819,53 miliar. Dengan demikian, besaran dividen per saham mencapai Rp 47,24. Sisa dari laba bersih Perseroan sebanyak Rp 369,53 miliar (45,09%) dari laba tahun berjalan yang diatribusikan akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku di pasar modal, yang berhak atas dividen tunai adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 2 Mei 2025 pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. “Adapun pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 21 Mei 2025,” demikian pernyataan manajemen dalam keterangan pers, Selasa (22/4/2025).
Selain itu, dalam RUPSLB Pemegang Saham menyetujui penambahan dua direksi. Dengan mengangkat Jahja Tanudjaja Adelai dan Roshan Chakravarthy masing-masing sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan efektif sejak ditutupnya RUPSLB ini. Hla itu dilakukan guna memperkokoh fondasi perseroan.
Dengan demikian, susunan dewan direksi SSMS menjadi Jap Hartono selaku Direktur Utama Akhmad Faisyal selaku Direktur, Jahja Tanudjaja Adelai selaku Direktur, dan Roshan Chakravarthy selaku Direktur
Baca Juga:
Saham Antam (ANTM) Langsung DiserbuDirektur Utama Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Jap Hartono menegaskan, perseroan terus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah bagi industri kelapa sawit melalui inovasi dan hilirisasi. Perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional dengan mengadopsi teknologi modern serta menerapkan praktik ramah lingkungan guna memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas tetapi juga memungkinkan pengembangan produk bernilai tambah yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Industri Strategis
Hartono menambahkan, kelapa sawit merupakan industri yang potensial dan merupakan salah satu industri strategis nasional. Industri sawit Indonesia berperan penting pada peningkatan perekonomian dengan kinerja perdagangan yang terus meningkat.
“Industri ini juga melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai kelompok ekonomi,” ujar Hartono .
Hartono dengan lugas menjabarkan saat ini SSMS mengelola 23 perkebunan kelapa sawit dengan total produksi hampir 1,56 juta metrik ton TBS pada tahun 2024 dan lebih dari 461,41 ribu metrik ton CPO. Produksi tersebut didukung oleh tambahan 440 ribu metrik ton TBS yang diperoleh dari sumber independen.
Setelah meningkatkan kepemilikan saham atas PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), Entitas Anak SSMS, CPO yang dihasilkan langsung diproses oleh CBUT menjadi berbagai produk turunan kelapa sawit
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



