Jumat, 15 Mei 2026

Sawit Sumbermas (SSMS) Tebar Dividen Rp 450 Miliar hingga Tambah 2 Direksi

Penulis : Indah Handayani
22 Apr 2025 | 09:52 WIB
BAGIKAN
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

JAKARTA, investor.id - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (21/4/2025). Hasilnya, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 450 miliar hingga menambah dua direksi baru.

Manajemen menjelaskan, dividen SSMS tersebut merupakan 54,91% dari laba tahun berjalan yang diatribusikan sebesar Rp 819,53 miliar. Dengan demikian, besaran dividen per saham mencapai Rp 47,24. Sisa dari laba bersih Perseroan sebanyak Rp 369,53 miliar (45,09%) dari laba tahun berjalan yang diatribusikan akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku di pasar modal, yang berhak atas dividen tunai adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 2 Mei 2025 pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. “Adapun pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 21 Mei 2025,” demikian pernyataan manajemen dalam keterangan pers, Selasa (22/4/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, dalam RUPSLB Pemegang Saham menyetujui penambahan dua direksi. Dengan mengangkat Jahja Tanudjaja Adelai dan Roshan Chakravarthy masing-masing sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan efektif sejak ditutupnya RUPSLB ini. Hla itu dilakukan guna memperkokoh fondasi perseroan.

Dengan demikian, susunan dewan direksi SSMS menjadi Jap Hartono selaku Direktur Utama Akhmad Faisyal selaku Direktur, Jahja Tanudjaja Adelai selaku Direktur, dan Roshan Chakravarthy selaku Direktur

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Jap Hartono menegaskan, perseroan terus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah bagi industri kelapa sawit melalui inovasi dan hilirisasi. Perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional dengan mengadopsi teknologi modern serta menerapkan praktik ramah lingkungan guna memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas tetapi juga memungkinkan pengembangan produk bernilai tambah yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Industri Strategis

Hartono menambahkan, kelapa sawit merupakan industri yang potensial dan merupakan salah satu industri strategis nasional. Industri sawit Indonesia berperan penting pada peningkatan perekonomian dengan kinerja perdagangan yang terus meningkat.

“Industri ini juga melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai kelompok ekonomi,” ujar Hartono .

Hartono dengan lugas menjabarkan saat ini SSMS mengelola 23 perkebunan kelapa sawit dengan total produksi hampir 1,56 juta metrik ton TBS pada tahun 2024 dan lebih dari 461,41 ribu metrik ton CPO. Produksi tersebut didukung oleh tambahan 440 ribu metrik ton TBS yang diperoleh dari sumber independen.

Setelah meningkatkan kepemilikan saham atas PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), Entitas Anak SSMS, CPO yang dihasilkan langsung diproses oleh CBUT menjadi berbagai produk turunan kelapa sawit

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia