Medco (MEDC) Revisi Anggaran Buyback Saham
JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memutuskan untuk merevisi anggaran pembelian kembali (buyback) saham dari semula US$ 50 juta atau sekitar Rp 820 miliar, menjadi US$ 25 juta atau setara Rp 408 miliar.
Emiten migas Panigoro tersebut berencana melakukan pembelian kembali saham MEDC sebanyak-banyaknya 240 juta lembar saham atau 0,95% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, atau dengan alokasi jumlah dana sebanyak-banyaknya Rp 408 miliar.
Aksi pembelian kembali saham tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan pada 3 Juni 2025, dengan periode pelaksanaan buyback dilakukan pada 4 Juni 2025 sampai 3 Juni 2026.
“Selain pertumbuhan dan perluasan usaha, buyback dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ROE perseroan. Pelaksanaan buyback akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perusahaan dalam mengelola modal dan memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham,” kata manajemen Medco dalam keterangan resminya, Selasa (22/4/2025).
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perluasan usaha perseroan, buyback juga akan memfasilitasi pengembalian kelebihan kas dan dana bagi pemegang saham melalui cara yang efektif dan efisien.
“Perseroan telah menunjuk BRI Danareksa Sekuritas untuk melakukan buyback saham MEDC melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia selama periode pembelian kembali saham perusahaan,” ungkap manajemen Medco.
Manajemen menegaskan, pelaksanaan buyback tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional perseroan, karena MEDC telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usahanya.
“Biaya untuk melaksanakan buyback saham akan berasal dari saldo kas internal. Perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk buyback saham yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perusahaan,” tegas manajemen Medco.
Sebelumnya pada 25 Maret 2025, perseroan mengumumkan rencana buyback saham MEDC dengan nilai sebanyak-banyaknya US$ 50 juta atau setara Rp 820 miliar.
Dengan perkiraan jumlah saham dalam pembelian kembali adalah 407 juta lembar saham atau 1,62% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, sehingga tidak melebihi 20% saham, termasuk saham treasuri perusahaan saat ini.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





