Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 23 April 2025

Penulis : Indah Handayani
23 Apr 2025 | 15:29 WIB
BAGIKAN
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup kembali tergelincir pada Rabu sore (23/4/2025). Hal itu karena Presiden AS Donald Trump mengaku menginginkan kesepakatan dengan China.

Mata uang rupiah ditutup kembali tergelincir 12 poin (0,07%) berada di level Rp 16.871,5 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,31% menjadi 99,22. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah 53 poin (0,32%) berada di level Rp 16.859,5 per dolar AS pada Selasa (22/4/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Presiden AS Donald Trump mengaku menginginkan kesepakatan dengan China di mana tarif perdagangan terhadap negara itu akan jauh di bawah level saat ini sebesar 145%. Ini terjadi setelah Menteri Keuangan Scott Bessent dilaporkan mengatakan bahwa perang dagang China-AS yang sedang berlangsung tidak berkelanjutan, dan bahwa dia mengharapkan de-eskalasi segera.

ADVERTISEMENT

“Komentar Trump dan Bessent meningkatkan harapan bahwa presiden akan lebih jauh menarik kembali agenda tarifnya, mengurangi atau bahkan sepenuhnya meniadakan dampak potensial tarif perdagangan AS yang tinggi pada ekonomi-ekonomi utama,” ungkap Ibrahim, Rabu (23/4/2025).

Sementara komentar Trump baru-baru ini tentang China menghadirkan beberapa potensi perbaikan dalam hubungan, Presiden juga mengatakan bahwa setiap kesepakatan perdagangan dengan China akan bergantung pada Beijing yang datang ke meja perundingan.

Ibrahim mengatakan, China sejauh ini menunjukkan sedikit niat untuk mundur, setelah mengenakan tarif balasan sebesar 125% pada barang-barang Amerika. “Pasar khawatir atas dampak perang dagang yang mengerikan terhadap ekonomi China, mengingat negara itu telah berjuang bahkan sebelum Trump menjabat,” paparnya.

Bank Of America (BofA) menurunkan prospek produk domestik bruto China menjadi pertumbuhan 4% pada tahun 2025, di bawah target pemerintah sebesar 5%. Pemangkasan BofA juga dilakukan setelah serangkaian penurunan peringkat oleh perusahaan pialang lainnya.

Sentimen Internal

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia