Jumat, 15 Mei 2026

BEI: Danantara Sebagai Liquidity Provider akan Perkuat Pasar Modal

Penulis : Rama Sukarta
28 Apr 2025 | 17:12 WIB
BAGIKAN
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI Jakarta, Senin (28/4/2025). (B-Universe Photo/Rama Sukarta)
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI Jakarta, Senin (28/4/2025). (B-Universe Photo/Rama Sukarta)

JAKARTA, investor.id – Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menanggapi kabar Danantara yang telah menggodok rencana untuk masuk ke pasar modal Indonesia sebagai liquidity provider. Menurutnya, hal tersebut dapat memperkuat pasar modal Indonesia.

“Kita melihat Danantara Sebagai investor institusi domestik besar yang peranannya sangat strategis. Saat ini basis investor retail kita sudah cukup kuat, yang menopang Indeks kita belakangan ini adalah investor retail. Kalau dibarengi dengan Masuknya Danantara ke market, pasti akan memperkuat lagi basis investor domestik kita,” ucap Jeffrey kepada wartawan di BEI Jakarta, Senin (28/4/2025).

Menurut Jeffrey, masuknya Danantara sebagai liquidity provider dapat mendorong peningkatan arus masuknya investor institusi lain. Sehingga, investor asing akan lebih tertarik untuk menaruh asetnya ke pasar modal Indonesia.

ADVERTISEMENT

Jeffrey menyatakan bahwa BEI tidak memiliki rencana untuk membuat peraturan baru, meskipun Danantara masuk ke pasar modal. Menurutnya, Danantara sebagai investor institusi diperlakukan sama dengan investor institusi lainnya.

Enggak (ada peraturan baru). Kalau Danantara mau berpartisipasi atau aktif di pasar, dengan apa yang ada sekarang sudah bisa langsung mulai beraktifitas, mulai aktif,” jelas Jeffrey.

Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan bahwa Danantara tengah berencana untuk menyuntikan dana ke pasar modal sebagai liquidity provider. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi serta penguatan peran investor institusional domestik.

Rencana tersebut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang melihat bahwa saat ini pasar modal Indonesia butuh penguatan investasi domestik melalui investor institusional untuk menjaga kestabilan pasar modal Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia