Harga Emas Tergelincir Gegara Data PDB AS, tapi Masih Ada Harapan Naik
Wong menambahkan, meski ada potensi konsolidasi setelah reli tajam hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 3.500 per ons troi pada 22 April lalu, arah jangka menengah harga emas diprediksi tetap positif.
Pasar kini bertaruh bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga sebesar 1 poin persentase penuh hingga akhir tahun, jika tren pelemahan ekonomi semakin jelas terlihat, khususnya pada pertengahan tahun ini.
Di sisi lain, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran inflasi yang jadi acuan The Fed, tercatat stagnan pada Maret setelah naik 0,4% pada Februari. Namun, inflasi inti (tidak termasuk pangan dan energi) naik tajam 3,5% secara tahunan, meningkat dari 2,6% pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga:
Jubir Prabowo Bicara Harga Emas"Emas tetap kuat meskipun inflasi inti PCE menunjukkan perlambatan terbesar sejak pandemi, berkat lonjakan harga yang sudah terjadi sebelumnya akibat kontraksi tak terduga dalam PDB AS," ujar Wong.
Kini, perhatian pelaku pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/5/2025), yang diyakini akan memberi petunjuk lebih jelas soal arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sementara itu, pasar di China akan tutup mulai 1 hingga 5 Mei dalam rangka libur Hari Buruh.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1% ke US$ 32,64 per ons, platinum melemah 1,2% ke US$ 965,3. Sedangkan palladium justru naik tipis 0,3% ke US$ 937,75 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






