Emas dan Batu Bara Diramal Dongkrak Saham hingga 74%
JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) bersiap menuai imbas positif dari perubahan skema royalti batu bara dan ledakan bisnis emas. Ini akan menjadi katalis kuat saham INDY menuju target harga yang dipatok tinggi dengan rekomendasi positif.
Berdasarkan riset Verdhana Sekuritas Indonesia, Indika memang mencetak penurunan laba bersih 85% menjadi US$ 3 juta kuartal I tahun ini, 9% dari estimasi setahun penuh Verdhana. Namun, margin menunjukkan perbaikan, seiring lebih rendahnya rasio nisbah kupas (striping ratio).
Pada kuartal I-2025, Indika meraup pendapatan US$ 490 juta, turun 14% secara tahunan, seiring turunnya harga jual rata-rata Kideco, anak usaha di sektor batu bara. Namun, produksi batu bara Kideco naik 7% menjadi 7,4 juta ton, sedangkan penjualan 1% menjadi 7,3 juta ton.
Baca Juga:
Boy Thohir Borong Saham MBMA“Stripping ratio mencapai 5 kali, lebih rendah dari tahun lalu 5,7 kali, sedangkan ASP Indika turun 19% menjadi US$ 54,8 per ton,” tulis Verdhana, dikutip Selasa (6/5/2025).
Verdhana mencatat, kinerja operasional emiten berkode saham INDY tersebut sesuai dengan proyeksi, sedangkan laba usaha mencapai 21-22% dari proyeksi setahun penuh.
Seiring dengan itu, Verdhana mengerek proyeksi laba bersih INDY tahun 2025 sebesar 113%, lantaran perseroan akan diuntungkan oleh perubahan skema royalti tarif batu bara selaku pemegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Perubahan ini akan terasa pada kinerja kuartal II.
“Kami menurunkan proyeksi ASP batu bara, tetapi menaikkan estimasi kontribusi bisnis emas,” tulis broker itu.
Produksi dan Target Harga Saham
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






