Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Meroket 3%, Dipicu Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China 

Penulis : Indah Handayani
9 Mei 2025 | 05:08 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia meroket sekitar 3% pada Kamis (8/5/2025). Hal itu dipicu optimisme pasar terhadap pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, dua negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 1,72 (2,8%) menjadi US$ 62,84 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak US$ 1,84 (3,2%) ke posisi US$ 59,91 per barel.

Analis SEB Ole Hvalbye mengatakan, harapan tercapainya terobosan dalam perundingan dagang AS-China memberi dukungan kuat terhadap pasar minyak. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu pejabat ekonomi tertinggi China pada Sabtu (10/5/2025) di Swiss untuk membahas sengketa dagang yang selama ini mengganggu perekonomian global.

ADVERTISEMENT

“Pertemuan ini memicu optimisme pasar. Namun, volatilitas harga minyak akibat ketegangan tarif masih belum berakhir,” ujar Hvalbye.

Analis energi AS dari Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch menambahkan, pasar kini menghadapi ‘tariff premium’ yang membuat harga minyak bergerak naik turun mengikuti perkembangan terbaru dari kebijakan Presiden Donald Trump.

Selain pembicaraan dagang AS-China, pasar juga merespons pengumuman kesepakatan dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam kesepakatan itu, tarif 10% atas barang impor Inggris tetap berlaku, sementara Inggris sepakat menurunkan tarifnya dari 5,1% menjadi 1,8% dan membuka akses lebih luas bagi produk AS.

Dari sisi suplai, OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyaknya, yang berpotensi menekan harga. Namun, survei Reuters menunjukkan produksi OPEC justru sedikit turun pada April, terutama akibat penurunan suplai Venezuela, serta penurunan lebih kecil di Irak dan Libya.

Proyeksi Harga Minyak

Analis Citi Research memangkas proyeksi harga Brent dalam tiga bulan ke depan menjadi US$ 55 per barel dari sebelumnya US$ 60, meski tetap mempertahankan proyeksi jangka panjang di level US$ 60 per barel untuk tahun ini.

Citi juga menyebutkan, jika tercapai kesepakatan nuklir antara AS dan Iran, harga Brent berpotensi turun ke sekitar US$ 50 per barel akibat peningkatan suplai global. Namun tanpa kesepakatan, harga bisa melonjak melewati US$ 70 per barel.

Sementara itu, dua kilang kecil China dilaporkan mengalami kesulitan menerima minyak mentah setelah dikenai sanksi AS karena membeli minyak Iran. Mereka terpaksa menjual produknya dengan nama lain, menurut sumber yang mengetahui langsung situasi tersebut. 

Hal itu menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan pembeli minyaknya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia