Jumat, 15 Mei 2026

ADRO Bakal Kembali Menyala?

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Mei 2025 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Panel surya. (Foto: istimewa via Alamtri Resources Indonesia/ADRO)
Panel surya. (Foto: istimewa via Alamtri Resources Indonesia/ADRO)

JAKARTA, investor.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 77 juta pada kuartal I-2025 atau turun 80% yoy. Lantas, bagaimana prediksi nasib saham ADRO ke depan?

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani mengungkapkan bahwa laba bersih Alamtri (ADRO) pada kuartal I-2025 di bawah ekspektasi, karena hanya mencapai 20% dari estimasi Stockbit setahun penuh dan 17% dari konsensus analis.

Penurunan laba bersih emiten berkode saham ADRO tersebut akibat pelemahan pendapatan sebesar 22% yoy. Hal itu seiring menyusutnya margin laba kotor sebanyak 1.310 basis poin (bps) secara kuartalan (qoq).

ADVERTISEMENT

“Selain itu, hilangnya laba ADRO dari bisnis batu bara termal sebesar US$ 296 juta akibat spin-off PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada akhir 2024,” tulis Hendriko dalam ulasannya.

Setelah pemisahan (spin-off) unit batu bara termal melalui AADI, Alamtri (ADRO) yang dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk mengalihkan fokus bisnisnya ke batu bara metalurgi dan hilirisasi aluminium via PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta jasa pertambangan melalui PT Saptaindra Sejati (SIS).

Analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas memperkirakan laba bersih ADRO tahun ini mencapai US$ 345 juta, kemudian meningkat menjadi US$ 495 juta pada 2028 – dengan aluminium sebagai pendorong utama sebesar 51%.

“Smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton per tahun diperkirakan menyumbang pendapatan sebesar US$ 757 juta pada 2026 dan US$ 1,3 miliar pada 2028, yang mencakup lebih dari setengah pendapatan konsolidasi,” tulis Laurencia dalam risetnya.

Saat ini, ADMR dan SIS menjadi pilar utama ADRO. Dua lini usaha tersebut menghasilkan laba yang stabil dengan margin lebih baik, seiring dengan pergeseran ADRO dari bisnis batu bara konvensional.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia