Perusahaan Ini Diminta Pikir-pikir Dulu Sebelum IPO
JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan jika PAM Jaya serius ingin melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana, ada sejumlah langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi.
"Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan secara komprehensif, mulai dari regulasi, tata kelola, hingga sensitivitas publik terhadap sektor pelayanan air bersih," kata Kenneth di Jakarta, Minggu (12/5/2025) dilansir Antara.
Bang Kent sapaan akrabnya mengatakan bahwa apa yang sudah dikatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tidak mau terburu-buru dalam IPO ini merupakan langkah yang tepat.
Baca Juga:
Ramalan Antam (ANTM) soal Harga EmasSebab, kata dia, langkah untuk menuju IPO ini seharusnya jangan dilakukan secara terburu-buru dan harus didasarkan dengan kajian yang mendalam dan matang.
"Beliau ini adalah orang yang cukup teliti dan sangat detil. Jadi Jajaran Direksi PAM Jaya harus bisa mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan pembangunan selain daripada IPO, seperti obligasi daerah atau yang lainnya," ujarnya.
Pasalnya sampai saat ini, Kent mengakui masih banyak laporan dari masyarakat Jakarta terkait buruknya pelayanan dari PAM Jaya, sebagai salah satu contoh di wilayah Jakarta Barat, dengan permasalahan air yang sering tidak keluar serta kerap terjadi gangguan.
Untuk bisa IPO, kata Kent, PAM Jaya harus memenuhi standar transparansi dan tata kelola perusahaan (GCG) yang tinggi. Ini mencakup audit keuangan, pembenahan sistem internal dan eksternal, serta keterbukaan informasi yang selama ini belum menjadi budaya di banyak BUMD Jakarta.
"Di wilayah Jakarta Barat banyak sekali air PAM yang tidak keluar, Jadi kalau mau melaksanakan IPO tolong hindari hal-hal seperti ini, karena itu akan bisa menjadi penilaian negatif dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," katanya.
Selain itu, lanjut dia, cakupan layanan air bersih PAM Jaya yang masih belum mencapai 100 persen juga harus dipertimbangkan, warga di daerah lain di Jakarta juga masih bergantung pada air tanah atau air isi ulang.
"Hal-hal seperti inilah yang d khawatirkan akan menjadi hambatan Perumda PAM Jaya untuk menuju IPO," kata dia.
Kredibelitas
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





