Jumat, 15 Mei 2026

PT Timah (TINS) Kejar Dua Target Besar

Penulis : Muawwan Daelami
14 Mei 2025 | 22:03 WIB
BAGIKAN
PT Timah Tbk.
PT Timah Tbk.

JAKARTA, investor.id – PT Timah Tbk (TINS) telah memperoleh arahan dari Holding BUMN Industri Pertambangan alias MIND ID selaku pemegang saham mayoritas untuk fokus mengejar dua target besar.

Direktur Utama PT Timah Tbk Restu Widiyantoro menyampaikan, pemegang saham telah memberikan target kepada perseroan agar saat ini memfokuskan kegiatannya pada dua hal utama.

“Target pemegang saham yaitu mempercepat pengembangan elemen tanah jarang (rare earth element/RRE) dan proses hilirisasi,” ungkap Restu dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (14/5/2025).

ADVERTISEMENT

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk Nur Adi Kuncoro menjabarkan, terkait program pengembangan RRE, perseroan akan meningkatkan nilai tambah dari monasit—sebagai turunan dari logam tanah jarang—yang sampai saat ini kandungannya masih di bawah 1% dari total total material.

“Setelah kami kaji di seluruh Bangka Belitung, potensi monasit itu kurang lebih 25.700 ton. Potensi tersebut akan kami detailkan lagi sejauh mana yang bisa kami tingkatkan menjadi cadangan,” tutur Adi.

Dirinya memperkirakan, cerium, lanthanum, neodymium, yttrium, dan praseodymium merupakan lima logam tanah jarang yang bakal menjadi unggulan. Sebab kelimanya mempunyai nilai kandungan mineral monasit dengan persentase yang cukup signifikan sekitar 3-3,5%.

PT Timah, demikian disampaikan Adi, juga akan merevitalisasi Tanjung Ular, di Kabupaten Bangka Barat, sebagai lokasi yang menjadi pilot project dari pengembangan RRE dan akan mengembangkan riset termasuk pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan logam tanah jarang.

Sementara menyangkut hilirisasi, TINS melalui anak usahanya, PT Timah Industri, yang berlokasi di Cilegon akan fokus mengembangkan produk hilirisasi tin chemical seperti tin chloride, tin intermediate, dan tin stabilizer di luar produk-produk eksisting seperti tin soldier yang meliputi tin bar, tin powder, dan tin wire.

“Ini yang terus kami tingkatkan. Beberapa industri yang menggunakan hilirisasi tin chemical adalah industri kaca, industri coating, dan industri di organotin. Sedangkan di sisi tin stabilizer berguna untuk PVC yang biasa digunakan untuk pipa ataupun bahan-bahan yang dimanfaatkan sebagai kemasan minuman, kaleng, dan lain sebagainya,” tutup Adi.

Dukungan DPR

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia