Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Melorot Usai Stok Minyak Mentah AS Naik

Penulis : Indah Handayani
15 Mei 2025 | 05:33 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. (Foto: Apu GOMES / AFP)
ilustrasi harga minyak. (Foto: Apu GOMES / AFP)

NEW YORK, investor.id – Harga minyak melemah pada Rabu (14/5/2025). Setelah data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan peningkatan tidak terduga pada persediaan minyak mentah. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent turun 54 sen (0,81%) menjadi US$ 66,09 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga terkoreksi 52 sen (0,82%) ke level US$ 63,15 per barel.

Sehari sebelumnya, kedua acuan harga minyak ini sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan, terdorong oleh optimisme pasar terhadap pemangkasan tarif sementara antara AS dan China.

ADVERTISEMENT

Namun, harga berbalik melemah usai laporan mingguan dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS meningkat 3,5 juta barel menjadi 441,8 juta barel pada pekan lalu.

Angka ini jauh di atas ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 1,1 juta barel.

Kenaikan juga terlihat pada impor minyak mentah bersih AS yang naik 422 ribu barel per hari selama periode yang sama, menurut data EIA. Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis sehari sebelumnya juga menunjukkan lonjakan stok minyak sebesar 4,3 juta barel.

“Jelas bahwa kenaikan persediaan minyak yang dilaporkan API tidak membantu kondisi pasar,” ujar Giovanni Staunovo, analis energi dari UBS.

Pasokan Minyak  

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang tergabung dalam aliansi OPEC+ diketahui tengah meningkatkan pasokan minyak ke pasar global. Meski demikian, pada Rabu, OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan pasokan minyak dari negara-negara non-OPEC+ seperti AS untuk tahun ini.

“Mereka tidak mengubah proyeksi permintaan, tapi terus menambah pasokan. Cepat atau lambat, kelebihan pasokan ini akan membanjiri pasar dan menekan harga lebih jauh,” kata Direktur Energi Berjangka di Mizuho Bob Yawger.

Selain faktor pasokan, penguatan nilai tukar dolar AS turut menekan harga minyak. Dolar yang lebih kuat membuat minyak, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia