Harga Batu Bara Jatuh Gegara India
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara jatuh pada Rabu (14/5/2025). Hal itu karena tertekan data impor batu bara India yang anjlok 9,2% saat produksi meningkat.
Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 turun US$ 0,9 menjadi US$ 99 per ton. Sedangkan Juni 2025 jatuh US$ 1,85 menjadi US$ 101,9 per ton. Sementara itu, Juli 2025 terkoreksi US$ 1,7 menjadi US$ 104,4 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 turun US$ 1,5 menjadi US$ 94,6. Sedangkan, Juni 2025 anjlok US$ 3,1 menjadi US$ 94,1. Sedangkan pada Juli 2025 jatuh US$ 2,85 menjadi US$ 94,1.
Dikutip dari Oilprice, impor batu bara India mengalami penurunan sebesar 9,2% selama periode April 2024 hingga Februari 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan peningkatan produksi batu bara domestik yang tumbuh 5,45% dalam periode yang sama, menurut data resmi Kementerian Batu Bara India yang dirilis Rabu (14/5/2025).
Total impor batu bara, termasuk semua jenis, tercatat sebesar 220,3 juta ton dalam 11 bulan pertama tahun fiskal India yang berakhir Maret 2025. Penurunan impor ini diklaim telah menghemat devisa negara hingga US$ 6,93 miliar.
Pada saat yang sama, produksi batu bara dalam negeri meningkat menjadi 929 juta ton, menunjukkan dorongan kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat pasokan energi dari dalam negeri.
Meskipun kualitas batu bara lokal umumnya lebih rendah dibandingkan impor, dengan kandungan energi yang tidak setinggi batu bara luar negeri, India tetap memperbesar pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik.
Batu Bara Lokal
Pada 2024 mencatat rekor tertinggi dalam pembangkitan listrik berbasis batu bara dan emisi, seiring meningkatnya penggunaan batu bara lokal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara juga tetap tinggi. India menambah kapasitas baru sebesar 4 gigawatt (GW) pada 2024, setara dengan capaian tertinggi lima tahun terakhir pada 2023, dan menjadi yang tertinggi sejak 2019.
Baca Juga:
Nasib Saham Batu Bara CsPemerintah India menargetkan penambahan kapasitas PLTU hingga 90 GW pada tahun 2032 guna menjamin pasokan listrik yang andal untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi, terutama selama musim panas ekstrem.
Sebagai konsumen batu bara terbesar kedua di dunia, India terus berupaya memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat lewat produksi dalam negeri. Meski kapasitas energi terbarukan juga berkembang pesat, batu bara tetap menjadi andalan utama untuk menjaga kestabilan pasokan listrik nasional dan mencegah pemadaman bergilir saat gelombang panas melanda.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






