Jumat, 15 Mei 2026

Ramalan Nasib Emas yang Bikin Gelisah

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Mei 2025 | 09:58 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia turun lebih dari 2% pada Rabu (14/5/2025), terjun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. Sentimen terkait kesepakatan dagang global memicu peningkatan selera risiko investor dan mendorong mereka keluar dari aset safe haven seperti emas.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 2,1% menjadi US$ 3.180,5 per ons, menyentuh level terendah sejak 11 April. Di awal sesi, emas sempat menyentuh level US$ 3.174,62. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,8% di level US$ 3.188,30 per ons.

“Reli global yang dipicu oleh pengurangan tajam tarif antara AS dan China telah memicu koreksi teknikal pada harga emas,” kata Tai Wong, trader logam independen.

ADVERTISEMENT

Analis pasar di City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada mengatakan, meski tren jangka panjang masih positif, tidak akan terkejut jika tekanan penurunan harga masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

“Level support harga emas berikutnya diprediksi berada di US$ 3.136, lalu US$ 3.073, dan selanjutnya di area psikologis penting US$ 3.000,” ungkapnya.

Saat berita ini disusun, harga emas dunia ada di kisaran US$ 3.154 per ons (-1%). Berdasarkan data Trading Economics.

Opini Tidak Populer

Sementara itu, pakar komoditas berpengalaman Carley Garner sempat mengungkap prediksi jatuhnya Harga emas, saat lembaga keuangan global menaikkan perkiraannya. Prediksi Garner bisa bikin frustrasi.

"Ini akan menjadi opini yang tidak populer, tetapi saya tidak berpikir (reli emas) itu berkelanjutan," kata Garner dalam sebuah wawancara TheStreet belum lama ini.

"Saya pikir pasar emas sedang mengalami sedikit puncak yang meledak (blow-off top),” sambungnya.

Puncak yang meledak terjadi ketika harga melonjak secara vertikal pada volume yang besar, sebuah pergerakan yang dianggap "parabola" oleh para investor. Blow-off top dalam konteks pasar keuangan merujuk pada kenaikan harga aset yang sangat cepat dan dramatis, seringkali diikuti oleh penurunan yang tajam.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 44 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 48 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia