Harga Emas Meroket, Dolar AS Melemah, Dunia Kian Tak Pasti
NEW YORK, investor.id - Harga emas meroket lebih dari 1% pada Selasa (20/5/2025) waktu setempat. Kenaikan tersebut didorong oleh dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan meningkatnya ketidakpastian global, termasuk kebijakan tarif AS dan konflik Rusia-Ukraina.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot melonjak 1,7% menjadi US$ 3.284,7 per ons troi. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,6% di US$ 3.284,6.
Dolar AS kembali melemah pada Selasa, setelah sebelumnya turun tajam pada Senin akibat penurunan peringkat utang negara oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Moody’s menurunkan peringkat kredit AS dari ‘Aaa’ menjadi ‘Aa1’ karena kekhawatiran atas meningkatnya utang nasional.
Pelemahan dolar membuat harga emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mendorong permintaan.
“Pasar masih dibayangi ketidakpastian. Penurunan peringkat oleh Moody’s dan pelemahan dolar menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.
Sementara itu, pasar saham AS cenderung melemah karena investor menantikan pemungutan suara penting di Washington terkait rencana pemotongan pajak besar-besaran oleh Presiden Donald Trump.
Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik seperti ini, emas kerap menjadi aset lindung nilai yang diminati.
Prediksi Harga Emas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






