Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Hotel Membubung Tinggi, Direksi Angkat Bicara

Penulis : Jauhari Mahardhika
21 Mei 2025 | 16:21 WIB
BAGIKAN
Hotel Fitra International (FITT). (Foto: FITT)
Hotel Fitra International (FITT). (Foto: FITT)

JAKARTA, investor.id – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), emiten jasa pengelola hotel dan pariwisata, menyatakan bahwa lonjakan harga saham FITT dalam beberapa hari terakhir murni bagian dari dinamika pasar.

“Saya tegaskan bahwa lonjakan harga ini murni dinamika pasar. Tidak ada intervensi atau aksi korporasi tertentu yang menjadi pemicu,” kata Direktur Utama Hotel Fitra International (FITT), Joni Rizal dalam public expose insidentil, Rabu (21/5/2025).

Menurut dia, pergerakan saham FITT dan peningkatan volume transaksi mulai terlihat sejak 14 Mei 2025. Ketika itu, saham FITT ditutup di level Rp 210 dengan volume transaksi mencapai 9,62 juta saham. Sehari kemudian, harga saham FITT melonjak 24,76% ke posisi Rp 262, dengan lonjakan volume mencapai 15,82 juta saham.

ADVERTISEMENT

Seiring lonjakan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham FITT pada Jumat (16/5/2025) dalam rangka cooling down, sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.

Adapun saat ini pemegang saham pengendali tidak mengalami perubahan sejak melepas saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Struktur kepemilikan saham perseroan setelah penawaran umum terbatas I, yakni PT Gloria Inti Nusantara sebesar 23% atau sebanyak 300 juta saham. Kemudian, Hendra Sutanto sebesar 18,94% atau sebanyak 247 juta saham. Masyarakat sebesar 58,06% atau sebanyak 757,27 juta saham.

Saham Emiten Hotel Membubung Tinggi, Direksi Angkat Bicara
Public expose insidentil PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), Rabu (21/5/2025).

Meski menghadapi tantangan di sektor perhotelan, FITT terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan bisnis. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,91 miliar pada kuartal pertama 2025, turun 52,95% dari Rp 4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi bersih tercatat sebesar Rp 2,69 miliar, sedikit meningkat 9,79% dari Rp 2,45 miliar pada kuartal pertama 2024.

Direktur Keuangan Hotel Fitra International (FITT), Sukino menambahkan bahwa perseroan mencatatkan nilai aset pada kuartal pertama 2025 sebesar Rp 100,25 miliar atau turun 2,03% dari periode Desember 2024 yang sebesar Rp 102,33 miliar.

Ekuitas FITT mengalami penurunan 3,46% menjadi Rp 74,84 miliar dari Rp 77,53 miliar. Posisi utang FITT naik tipis 2,5% sebesar Rp 25,41 miliar dari Rp 24,79 miliar.

Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) FITT berada di angka konservatif pada kuartal pertama 2025 sebesar 0,34 kali. Rasio utang terhadap aset atau debt to asset ratio mencapai 0,25 kali dengan posisi current ratio 2,81 kali.

Ekspansi dan Perbaikan Kinerja 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia