Jumat, 15 Mei 2026

Arah IHSG dan Cara Dapat Cuan dari ANTM, INCO, hingga ASII

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Mei 2025 | 18:31 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak pada kisaran 7.200-7.300 dalam sepekan ke depan, dengan kecenderungan melanjutkan konsolidasi. Khusus Senin (26/5/2025), pemodal bisa fokus pada beberapa saham, mulai dari ANTM, INCO, hingga ASII.

Adapun level tertinggi (resistance) IHSG diperkirakan berada di 7.300, pivot 7.200, dan terendah (support) di 7.100.

Pada perdagangan Jumat (23/5/2025), IHSG ditutup naik 47,18 poin (0,66%) ke level 7.214,1. Dalam sepekan terakhir, IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, yang ditopang oleh sentimen positif dari penurunan BI Rate, penguatan rupiah, dan minat beli investor asing.

ADVERTISEMENT

Secara teknikal mingguan, indikator stochastic masih berada di area jenuh beli (overbought), namun belum menunjukkan pembalikan arah. Bollinger bands menandakan volatilitas tinggi dan masih ada potensi naik, meskipun overbought dalam jangka pendek.

“Histogram MACD masih menunjukkan momentum positif. Volume masih menunjukkan minat beli yang cukup besar,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (25/5/2025).

Secara sentimen pasar, sepekan ke depan bakal ada rilis data durable goods orders Amerika Serikat (AS) bulan April, yang diperkirakan turun 6,8% mom dari Maret 2025 yang tumbuh 7,5% mom. Selain itu, ada jadwal rilis S&P/Case-Shiller Home Price bulan Maret 2025, yang diprediksi tumbuh 4.2%, sedikit melambat dari Februari 2025 yang naik 4.5%.

Investor juga akan mencermati data consumer confidence Mei 2025 yang ditaksir turun ke 84 dari 86 pada April 2025. Selain itu, investor menanti data Core PCE Price Index April 2025 yang diproyeksi stagnan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,2% mom. Pekan depan juga akan dirilis FOMC minutes.

Dari Eropa, sepekan ke depan bakal ada rilis data consumer confidence Jerman, unemployment rate, dan retail sales. Dari Asia, Jepang akan merilis data consumer confidence, unemployment rate, industrial production, dan retail sales.

“Sedangkan dari China bakal dirilis data NBS Manufacturing PMI bulan Mei 2025 yang diperkirakan turun menjadi 48,6 dari 49 pada April 2025,” ungkap Phintraco Sekuritas.

Cara Raih Cuan dari ANTM, INCO, hingga ASII 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia