Mereka yang Serok Saham GOTO
JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendadak melemah 5,56% ke Rp 68 pada perdagangan Senin (26/5/2025) kemarin.
Sebanyak 14,9 miliar saham GOTO ditransaksikan, frekuensi 65.651 kali, dan nilai transaksi Rp 1,01 triliun.
Saham GOTO tertekan kala investor domestik banyak melepas saham ini kemarin. Di mana untuk investor domestik, broker Ciptadana Sekuritas Asia membukukan net sell mencapai Rp 321,2 miliar.
Di sisi lain, investor asing malah mengambil kesempatan dengan menyerok saham ini. Broker CGS International Sekuritas mencetak net buy Rp 147,4 miliar untuk investor asing di saham GOTO.
Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai bahwa koreksi harga saham GOTO saat ini patut dicermati untuk momentum koleksi jangka pendek. "Level Rp 68-70 bisa menjadi area akumulasi. Namun, tetap disarankan untuk wait and see dengan target jangka panjang di kisaran Rp 86 per saham," tambahnya.
Sementara itu GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan kembali meminta restu rencana pembelian kembali (buyback) saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Juni 2025 mendatang.
GOTO kali ini juga bakal menganggarkan dana US$ 200 juta (sekitar Rp 3,3 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.500/dolar AS).
“RUPS untuk menyetujui rencana pembelian kembali saham akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2025,” jelas Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi.
Sebelumnya, pada 11 Juni 2024, GOTO telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan buyback saham perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya Rp 3,2 triliun.
Berdasarkan pembelian kembali saham yang peroleh restu RUPS 2024, kata RA Koesoemohadiani, hingga 9 Mei 2025 GOTO telah melakukan pembelian kembali saham sebesar 27.796.417.803 saham seri A dengan total biaya yang telah dikeluarkan oleh perseroan untuk pembelian kembali saham adalah sebesar Rp 1,79 triliun.
Adapun periode pembelian kembali saham sebelumnya berlangsung dalam jangka waktu paling lama 12 setelah tanggal RUPS yang menyetujui pembelian kembali saham yaitu tanggal 12 Juni 2024 sampai dengan 11 Juni 2025.
Rumor
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






